Perajin Gula Kelapa Kesulitan Tembus Pasar

SONY DSC

GUNUNGKIDUL – Perajin gula kelapa di Desa Banyusuco, Kecamatan Playen mengaku kesulitan untuk menembus pasar. Gula kelapa asal Banyusoco itu masih kalah dengan gula kelapa dari luar daerah, padahal perajin di Banyusoco sudah mengantongi sertifikat organik.

Ketua Kelompok Industri Gula Kelapa Sari Kelapa, Murgiyanti mengatakan, dibentuknya kelompok perajin gula ini untuk mempermudah proses menembus pasar, tetapi setelah kelompok terbentuk masih saja sulit.

“Karena kami kesulitan menembus pasar setiap harinya hanya memproduksi dalam jumlah kecil. Kalau diproduksi bayak tidak laku perajin aka rugi besar,” ungkapnya ketika dihubungi wartawan, Kamis (30/1/2014) tadi.

Murgiyanti mengaku masih kalah pemasarannya dengan gula kelapa dari daerah lain. Ia mengatakan, padahal kelompoknya telah memiliki sertifikat organik. Sama halnya dengan kelompok lain di desa setempat, juga masih kesulitan dalam pemasaran.

“Di Banyusuco ada enam kelompok usaha home industri gula kelapa. Saya berharap ada uluran tangan pemerintah sehingga bisa menyambungkan mata rantai perdagangan gula dari Banyusoca, Playen ini. Saya yakin kalau pemerintah merangkuk kita, produksi Gula kelapa yang sudah memilki sertifikasi organik ini bisa diterima pasaran,” tambahnya. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.