Jelang H-1, Marak SMS Minta Dukungan

YOGYAKARTA – Satu hari menjelang pencoblosan pada Pemilu Legislatif 2014 yang dijadwalkan dilaksanakan pada besok, Rabu (9/4/2014), marak sms yang meminta dukungan kepada salah satu caleg maupun partai politik tertentu.

Seperti yang diterima jogjakartanews.com, Selasa (8/4/2014) sore ada pesan singkat masuk, namun nomor tidak dikenal meminta dukungan pada pemilu legislatif besok Rabu (9/4/2014) untuk mencoblos kepada salah satu partai politik tertentu.

Menanggapi hal tersebut Direktur Eksekutif Parliament Watch Yogyakarta, B. Hestu Cipto Handoyo mengatakan bahwa pada umunya sms itu dikelola oleh tim sukses dan mempergunakan cara random atau bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi. “Jika masyarakat ingin berpartisipasi dalam pengawasan, maka sudah cukup bukti jika sms yang masuk itu dilaporkan ke BAWASLU atau PANWASLU,” kata dia.

Lebih lanjut Hestu menuturkan sanksi yang terberat adalah diskualifikasi sebagai caleg. “Persoalannya adalah beranikah BAWASLU atau PANWASLU melakukan hal ini,” sambungnya saat diminta tanggapan jogjakartanews.com, Selasa (8/4/2014) sore.

Dosen Hukum Tata Negara (HTN) pada Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ini saat disinggung soal bagaimana jika sms itu mengarah pada partai politik tertentu. Dia berujar sebenarnya hal itu sama saja. “Partai politik yang bersangkutan harus ditindak sebagai sanksi administratif,” tegasnya.

Jika ternyata sanksi tidak tegas, maka secara normatif ideal sebaiknya rakyat jangan memilih parpol dan caleg yang mengirim sms minta dukungan. “Parpol dan caleg seperti itu diisi oleh kader-kader yang hanya cari kerjaan di dewan,” pungkasnya.

“Bagaimana memberikan sanksi kepada pelaku yang tidak diketahui,” ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu (PANWASLU) Kota Yogyakarta, Agus Triyatno saat diminta tanggapan jogjakartanews.com, secara terpisah. (bhr)

Redaktur: Azwar Anas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *