Mau Meliput Prabowo Sowan Sultan, Timses Kasari Wartawan Kompas

YOGYAKARTA – Peristiwa kurang menyenangkan dialami wartawan sekaligus fotgrafer Kompas, Ferganata Indra Rudiyatmoko saat hendak meliput kedatangan Prabowo di Yogyakarta untuk menemui Sri Sultan HB X. Indra justeru dibentak dan mengalami tindakan kurang nenyenangkan dari tim sukses (Timses) Pasangan Capres-Cawapres nomor 1 tersebut.

Berdasarkan informasi yang dituturkan Indra, kejadian bermula ketika dia dan beberapa wartawan lainnya mendatangi posko kemenangan Prabowo-Hatta di Jalan Patimura untuk meminta id card liputan kunjungan Prabowo sekitar pukul 14.00 WIB. Namun pihak panitia yang diketahui bernama Doni melontarkan kata-kata tidak pantas kepada jurnalis Kompas tersebut

“Mau ngapain kompas datang kesini, memangya mau tayang?” ujar Indra menirukan panitia, Selasa (01/6/2014).

Indra menceritakan, ketika dirinya memberi alasan dengan keperluan liputan, dia malah mendapat respons yang kurang mengenakkan.

“Kompas itu kan musuh kami,” tambah Indra kembali menirukan timses ersebut.

Kemudian mereka menjelaskan jika panitia hanya menyediakan 17 id card dan hanya sisa 4 buah. Panitia juga mengaku belum bisa membagikan kepada wartawan Yogyakarta karena masih menunggu ketentuan dari Wartawan Jakarta. Atas dasar itulah, Indra kemudian pulang dan meninggalkan posko tersebut.

Indra melanjutkan, setelah pukul 16.00 WIB, dia dan empat wartawan lainnya kembali mendatangi posko kemenangan Prabowo-Hatta tersebut. Namun perlakuan kurang menyenangkan justeru kembali diterima oleh Indra. Kali ini, dia dibentak panitia yang diketahui bernama Doni tadi. Dengan menggebrak meja, Indra bahkan dituduh menantang.

“Kamu menatang saya?” ujar Indra menirukan panitia tersebut.

Indra mengaku, bahkan dirinya tidak menunjukkan gesture menantang. Dia hanya menanyakan kejelasan untuk mendapatkan id card liputan.

“Padahal saya cuma tanya nasib kami bagaimana. Dan tidak ada gesture apapun yang saya tampilkan apalagi menantang,” pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, selama ini selain Presiden RI, saat kunjungan para tokoh atau pejabat Negara untuk menghadap Sri Sultan HB X tidak ada protokoler khusus. Bahkan bagian humas dan protokoler Pemda DIY mempersilahkan wartawan bebas meliput kunjungan para tokoh maupun pejabat Negara, baik dalam dan luar negeri yang hendak menghadap Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Ngayugyokarto hadiningrat tersebut. (rud)


Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.