Ketika Politik Berbuah Cinta

Oleh: Moh Tamimi*

 

Judul: Love Irresistibly
Penulis: Julie james
Penerbit: Gramedia
Cetakan: Pertama, 2014
Tebal: 401 Halaman
ISBN: 978-602-02-3094-8

Carut marut pergolakan politik dan pertarungan hebat di pentas politik menuntut para pelaku politik bekerja lebih giat. Sehingga, waktu untuk orang-orang terdekat terkurangi atau bahkan tidak ada waktu untuk mereka, terutama keluarga dan orang-orang tercinta lainnya.

Demikian halnya dengan Cade Morgan dan Brooke Parker dalam novel ini. Cade Morgan sebagai pengacara dan Brooke Parker sebagai pengacara perusahaan restoran sterling sekaligus pengelolanya. Keseharian mereka berdua terlalu sibuk untuk sekedar bersantai dan  bersenang-senang, bagi mereka waktu adalah uang. Mau atau tidak, Brooke sebagai pengusaha sekaligus pengacara mengharuskannya untuk berurusan dengan kejaksaan. Begitu pula dengan Cade Morgan, sebagai pengacara dan rekan-rekannya dari FBI memerlukan pihak-pihak tertentu untuk mengusut tuntas berbagai kasus. Terlebih kasus korupsi yang dilakukan oleh kelompok kerak merah.

Suatu ketika, pihak FBI berhasil menyadap percakapan via telephone dari pihak kerah merah untuk melakukan kesepakatan terselubung yang bertempat di restoran sterling, pusat kota Chicago yang kebetulan dikelola oleh Brooke Parker. Seorang wanita cantik, seksi, lucu dan mengesankan di mata Cade setelah mereka  melekukan pertemuan untuk melakukan kerja sama dalam penangkapan anggota kerak merah. Pertemuan pertamanya dengan Brooke Parker saat mengajak kerja sama membuatnya kagum pada Brooke Parker yang begitu tegas, berani serta cerdik. Setelah misi penangkapan berhasil terhadap anggota kerak  merah. Cade menawarkan jasanya, apabila dirinya dibutuhkan  oleh Brooke Parker.

Tidak disangka, setelah beberapa lama hal itu berlangsung. Brooke mendapatkan masalah di perusahaannya. Ada yang meretas sandi keuangan di perusahaan. Dia mengutarakannya pada Cade Morgan. Alhasil, Cade Morgan berhasil menemukan pelakunya. Cade di Mata Brooke semakin mengagumkan. Brooke merasakan ada beberapa persamaan antara dirinya dan Cade. Sehingga, Dia menginginkan bersenang-senang dengan Cade. Tetapi, Brooke tidak mau mempunyai hubungan serius karena takut kandas di tengah jalan dan Brooke takut suatu ketika Cade akan berkata padanya ”kau bukan wanita di masa depanku” kata-kata itu sungguh sangat menyakitkan bagi  Brooke, sebagaimana telah dilaluinya dahulu, suatu ketika Brooke mengakses internet dan meng-share “aturan kencan kasual” brooke menggulir tautan satu persatu.

Sehingga ,ketemu kepada tautan yang terkesan pada intinya “sepuluh aturan seks tanpa ikatan” (hlm.145). Setelah dibaca dan dipikir, Brooke merasa aturan tersebut masuk akal. Brooke melakukan seks tanpa iktan dengan Cade Morgan. Cade dan Morgan selalu melakukan hal tersebut. Sehingga, suatu ketika brooke dan Cade harus benar-benar berpisah karena Brooke mau pindah tempat kerja. Palmer  Green menawarkan jabatan yang lebih tinggi dari Jabatan brooke sebelumnya di restoran Sterling, Chicago. Yaitu menjadi wakil presiden eksekutif untuk divisi penjualan dan pengembangan bisnis. (hlm.351) di Charlotte dengan gaji senilai $ 825.000.

Sebagai wanita karir, tentu Brooke tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia menyatakan masih ingin memikirkannya kepada Palmer. Brooke pergi meninjau langsung ke Charlotte untuk megetahui keadaan di sana. Selama dua minggu Brooke berada di Charlotte. Brooke merasa gelisah karena kesibukan yang menuntutnya disana, ditambah lagi, ketidak-hadiran Cade di sisinya membuatnya tambah gelisah. Begitupun Cade, hidupnya merasa gelisah semenjak kepergian Brooke. Walaupun, mereka tidak memiliki hubungan resmi. Akhirnya Brooke kembali ke Chicago untuk menemui Cade dan dia menolak tawaran Palmer. Di Chicago, Cade dan Brooke memutuskan untuk terus bersama dalam sebuah ikatan.

Namun demikian, walaupun novel ini jalan ceitanya baik dan begitu mengalir serta menarik. Novel ini tidak layak untuk dikonsumsi para remaja karena bahasa yang begitu vulgar. Novel ini hanya cocok untuk orang dewasa. Perlu juga menjadi cacatan untuk cetakan berikutnya, editor Love Irresistibly kurang cermat dalam mengoreksi tulisan-tulisan di dalamnya. Sehingga, banyak dijumpai tulisan yang tidak seharusnya. Seperti halnya yang terdapat dalam riwayat buku, tertulis “diterbitkan pertama kali oleh tahun 2014”. Semestinya “diterbitkan pertama kali pada tahun 2014”. Ditambah lagi, dalam novel ini tidak terdapat bulan penerbitan

*Peresensi adalah mahasiswa semester II INSTIKA, sekaligus aktivis PAC IPNU Bluto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.