BOPI-PSSI Disarankan Tak Saling Ngotot, Pentingkan Masa Depan Sepakbola

YOGYAKARTA – Susah payah penyatuan liga yang dilakukan oleh PSSI tak membuat permasalahan sepakbola di Indonesia usai. Masalah baru kembali muncul setalah BOPI mempermasalahkan legalitas Arema dan Persebaya yang berimbas pada kacaunya pelaksanaan liga. Masalah semakin runyam setelah Arema, yang merasa i’tikad baiknya untuk rekonsiliasi klub diabaikan BOPI, berencana akan menggugat pidana BOPI. Jika sudah begitu, maka permasalahan sepakbola lantas tinggal melihat siapa yang kuat dan siapa yang lemah. Jika BOPI didukung Kemenpora langsung, maka Arema tentunya didukung PT Liga dan PSSI.

“Sebenarnya, jika semua orang berfikir tentang prestasi sepakbola maka tidak akan muncul kesan adu kuat. Yang kita lihat sekarang kan adu kuat BOPI-PSSI, ini bahaya, permasalahan sepakbola di Indonesia tidak akan pernah ada ujung pangkalnya,” kata pengamat Sepakbola, Umarul Faruq kepada jogjakartanews.com, Sabtu (11/04/2015) di Yogyakarta.

Sebagaimana diketahui, PSSI sebelumnya mengabaikan rekomendasi dengan tetap mengistruksikan PT Liga Indonesia menggelar QNB League melibatkan Arema Crounus dan Persebaya. Tidak tinggal diam, BOPI yang di back up Menpora lantas mengintimidasi PSSI dengan melibatkan Kemenpora. QNB Leage pun ditunda untuk yang kesekian kalinya. Meski keputusan tersebut dianggap karena terkait KLB PSSI pada 18 April 2015, tetapi sebagian kalangan menilai keputusan tersebut sebagai imbas dari intimidasi Menpora terhadap PSSI.

Ditengah tertundanya QNB League itu, BOPI membuat keputusan mengejutkan dengan merekomendasikan QNB League tetap berjalan terus, jika tidak kelembagaan PSSI akan divaluasi bahkan dibekukan. BOPI mengaku tidak mengharapkan QNB League dihentikan hanya saja Arema dan Persebaya tetap tidak boleh ikut. Pada dasarnya BOPI tetap ngotot jika Arema Cronus dan Persebaya tetap tidak lolos verifikasi.

Arema Cronus, salah satu klub yang dilarang BOPI lantas meradang dengan sikap BOPI yang terkesan tutup mata kepada Arema Cronus. Arema yang sebelumnya melunak terhadap rekomendasi BOPI dengan menyiapkan sejumlah skenario rekonsiliasi pun berubah sikap. Manajemen Arema Cronus bahkan menyiapkan langkah hukum sebagai reaksi dari sikap BOPI.

Menurut Umar, sebaiknya kedua otoritas sepakbola itu melunak dan lebih melihat prospek sepakbola ke depan yang menurutnya sangat cerah. “Sepakbola itu kan olahraga yang paling digemari, peminatnya banyak. Lagi pula sekarang liga kita sudah punya sponsor oke, malu dong sama QNB jika masih ribut2. Jadi mari dinginkan kepala, pikirkan yang terbaik. Arema dan Persebaya kan juga klub besar, punya sejarah bagus di Indonesia, jangan karena masalah kepentingan terntu lantas mereka dikorbankan,” pungkasnya. (Ian)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.