Perlawanan PSSI: Kompetisi Bergulir 25 April, Tetap 18 Klub

JAKARTA – SK pembekuan yang dilayangkan Menpora kepada induk sepakbola PSSI tampaknya bakal mendapatkan perlawanan sengit dari La Nyalla cs. Berbekal pengakuan legalitas dari KONI, PSSI pada senin (21/04/2015) malam hari menggelar pertemuan dengan PT Liga Indonesia, Klub-klub QNB League maupun Divisi Utama. Salah satu hasilnya, PSSI akan melanjutkan kompetisi dengan tetap menyertakan 18 Klub pada 25 April mendatang.

“Ada tiga poin penting. Pertama, PSSI atau surat Menpora tidak ada yang mengindikasikan kompetisi dihentikan, kompetisi tetap dijalankan. Meski ada pembekuan PSSI, esensinya kompetisi tetap dijalankan,” kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono kepada wartawan usai pertemuan.

Keputusan yang diambil PSSI ini jelas melawan keputusan Menpora yang sudah tidak megakui lagi segala aktifitas atas nama organisasi tersebut maupun perangkat-perangkatnya. Menpora pun tampak kebingungan dengan keputusan KONI yang mengakui PSSI, KONI bahkan menganggap keputusan Menpora offside dan melangkahi KONI sebagai induk seluruh cabang olahraga di Indonesia.

KONI bahkan mengatakan akan mengukuhkan kepengurusan PSSI yang sudah dihadiri dan dibuka olehnya. Sebab pada dasarnya kehadiran dirinya pada waktu KLB PSSI di Surabaya adalah bentuk pengakuan legalitas KONI atas PSSI. “Saya membuka (kongres itu) maka saya mengakui,” pungkas Ketua Umum KONI, Tono Suratman.

 

Sebelum pernyataan KONI ini muncul, Menpora sebelumnya sudah menyatakan mandat penyelenggaraan liga berada pada KONI mapun KOI yang akan mensupervisi kegiatan PSSI, termasuk penyelenggaraan Liga. Namun belakangan, KOI pun menyatakan bahwa wewenang penyelenggaraan ISL atau QNB League tetap berada pada PSSI.

Inilah yang barangkali membuat PSSI pede untuk melawan Menpora dengan tetap menjalankan fungsi-fungsi organisasi. Menariknya, PSSI tidak semena-mena melawan Menpora, sebelum diadakannya pertemuan, PSSI sempat bekunjung ke kantor Kemenpora untuk bertemu sang empu, Imam Nahrawi guna berdialog terkait keputusannya namun tidak berhasil menemui sang Menpora.

“Jika melihat pola yang dilakukan PSSI dan yang terjadi antara KONI-KOI-Menpora, hal ini jelas menandakan ada masalah komunikasi yang tidak selesai di level pimpinan dari otoritas-otoritas terkait. Karenanya dialog memang dibutuhkan agar semua tidak saling ngotot atas argumen masing-masing. Pentingkan sepakbola!,” seru pengamat sepakbola, Umar Faruq saat dihubungi jogjakartanews.com, selasa (21/04/2015). (Ning)

Redaktur: Rizal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.