Inilah Mimpi Jokowi dari Pengalihan Subsidi BBM

YOGYAKARTA – Subsidi, apapun bentuknya selalu dibutuhkan oleh rakyat Indonesia. Adanya subsidi selalu bisa membantu mengurangi beban rakyat sebab susahnya mencari uang dari menggarap lahan, mencari ikan atau menjadi buruh di pabrik-pabrik. Sementara saat ini, subsidi perlahan-lahan mulai dicabut dengan alasan ingin membangun mimpi-mimpi sang presiden yang tak mesti kapan bisa dirasakan oleh rakyat kecil. Padahal yang sudah pasti dirasakan rakyat saat ini adalah penderitaan. BBM naik, listrik naik, transportasi naik, barang-barang tak terbeli.

Hal itu sebagaimana disampaikan Koordinator Republik Oposisi Jalanan, Mohammad Ridwan kepada jogjakartanews.com, Rabu (22/04/2015). Ridwan mengatakan presiden Jokowi punya sederet daftar mimpi namun tidak jelas hitung-hitungannya. “Dia mimpi bangun ini bangun itu, dengan alasan Indonesia bakal ini bakal itu. Jangka panjang dipikirkan, tapi jangka pendeknya dilupakan. Rakyat kelaparan tak ada solusi, subsidi justru dicabut. Mimpi jangka panjangnya juga hancur, malah untungkan pihak asing,” pungkas Ridwal

“Lihat lah rencana Tol Laut Indonesia yang dalam ide Jokowi bakal di-match-kan dengan Tol Laut Tiongkok. Kalau beneran itu dilakukan, maka Tiongkok yang sekarang produk-produknya sudah merajalela di Indonesia bakal tambah berjaya, kita terus jadi konsumen setia seperti kata Sri Sultan HB, untungin siapa? rakyat apa Tiongkok?,” lanjut Ridwan. (Baca juga: Yang Tersirat Dibalik Alasan Sultan Tolak Tol Laut Jokowi)

Ridwan menyarankan sebaiknya presiden Jokowi memenuhi hak rakyat yang sudah dicabutnya di BBM. Bahwa ia punya sederet daftar mimpi membangun Indonesia yang lebih maju dan makmur hal itu merupakan suatu kewajiban Presiden untuk mewujudkannya, tanpa harus mencabut hak-hak rakyat kecil. Sebab menurutnya persoalan subsidi adalah persoalan krusial yang tidak hanya berkaitan dengan asap knalpot sebagaimana diungkap dalam alasan-alasan pemerintah, melainkan berkaitan dengan perut orang banyak, yaitu rakyat.

“Membangun infrstruktur demi kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia itu wajib hukumnya, tapi jangan cabut juga hak rakyat. Mimpinya sudah benar, memulainya yang salah. Rakyat butuh bensin dikasi bensin dong, jangan malah dikasi daftar mimpi,” tegas pria asal sulawesi itu.

Karenanya, Ridwan meminta mengkaji ulang kebijakan terkait BBM premium. Pemerintah menurutnya harus mengembalikan subsidi kepada rakyat sebab selama ini rakyat sudah cukup sengsara, sementara selama ini pemerintah cuma bisa berkutat sama mimpi-mimpinya. “Alasannya di negara lain, negara tetangga bensinnya mahal, di Indonesia masih cukup murah, lah UMR disana berapa. Gaji gede bensin naik berapapun ya gak ngaruh toh. Masalahnya bisa tidak pemerintah naikkan upah minimum buruh, terus kontrol harga jual hasil panen petani, berantas mafianya, bisa tidak? jawabannya tentu sudah tau,” tantang Ridwan. (Bah)

Redaktur: Syarifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.