Akibat Gelombang Tinggi Dimusim Ikan Layur, Nelayan Pesisir Selatan Terpaksa Menganggur

BANTUL – Cuaca buruk memasuki musim hujan membuat  sejumlah nelayan di kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta, terpaksa tidak melaut.  Potensi gelombang pasang air laut yang bisa mencapai ketinggian diatas dua meter membahayakan keselamatan nelayan. 

“Sudah sejak 3 hari terakhir kami memilih berhenti melaut karena gelombang tinggi, sangat berbahaya kalau dipaksakan,” kata salah seorang nelayan pantai Samas, Srigding, Bantul, Kadir (30), belum lama ini.

Menurut Kadir, mengenai kondisi alam yang tidak bersahabat tersebut sudah diperingatkan oleh BadanMeteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sehingga nelayan menjadi semakin waspada.

Di sisi lain, Kadir mengeluhkan akibat tidak melaut, nelayan otomatis kehilangan pemasukan. Padahal setiap melaut paling tidak ia bisa bawa ikan minimal 15 kilo gram.

“Padahal saat ini sedang musim ikan layur, dengan harga jual yang cukup tinggi yakni mencapai Rp21-30ribu per kilo gramnya,” ujar Kadir

Para nelayan sendiri tidak bisa memprediksi kapan cuaca di laut selatan akan membaik. Mereka hanya memantau info dari BMKG dan pantauan kondisi cuaca di Internet. Kendati sudah memiliki Kartu Asuransi Nelayan, tetapi dirinya tidak mau ambil resiko.

“Kami hanya berharap cuaca akan kembali bersahabat agar kami para nelayan kembali bisa bekerja,” harapnya. 

Sebagainana diketahui mengimbau masyarakat khususnya di Pulau Jawa untuk mewaspadai potensi hujan lebat dan gelombang tinggi yang diprediksi akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. 

Kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi sendiri terjadi akibat pengaruh terbentuknya bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Kecepatan angin diperkirakan akan meningkat mencapai sekitar  25 knot (45 km/jam) dengan tekanan terendah 1003 mb. 

Potensi hujan lebat dan angin kencang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah bagian Selatan dan Jawa Timur bagian Selatan. Dampak lainnya adalah potensi gelombang tinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Perairan Selatan Banten dan Jawa Barat, Perairan Selatan Jawa Timur, Perairan Selatan Bali, Perairan Selatan Lombok, Perairan Selatan Sumbawa. 

Sementara gelombang setinggi 2,5 meter hingga empat meter diperkirakan juga terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur. (kt5)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.