DKP DIY Optimistis Bandara dan Pelabuhan Kulonprogo Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

YOGYAKARTA – Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Daerah Istimewa Yogyakarta (DPK-DIY), Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si, mengatakan kebutuhan konsumsi ikan laut di DIY sekira 100.000 ton lebih, sedangkan produksi nelayan baru sekitar 800.000-an ton per tahun,

“Jadi masih kurang sekitar  23 hingga 35 persen. Selama ini kekurangan untuk ikan laut dari Semarang, kalua ikan budidaya (air tawar) dari Boyolali. Namun ikan kita juga keluar, ikan dari pantai Sadeng yang bagus-bagus dibeli pengepul dan diekspor melalui pelabuhan Surabaya. Jadi kalua bandara jadi nanti, kan kita bisa ekspor langsung, sehingga ada nilai tambah di nelayan atau di  pemasar kita,” ujarnya saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC HNSI se-DIY), di Kantor DKP DIY, Rabu (14/02/2018) siang.

Menurut Bayu, sebetulnya ada peningkatan produksi ikan di laut, namun nelayan masih terkendala teknologi dan skill (kemampuan), sehingga hasil tangkapan masih kurang. DPK DIY, kata dia, setiap tahun menyelenggarakan pelatihan nelayan, termasuk pelatihan nahkoda, ada  mekanik atau bengkel mesin kapal, hingga nelayan penangkap ikan,

“Banyak nahkoda maupun teknisi kapal nelayan kita masih banyak bekerjasama dengan nelayan dari daerah lain. Oleh karenanya kita harus bisa melatih, dengan harapan nantinya semua perangkat itu bisa dikuasai nelayan di DIY sehingga tidak perlu didampingi nelayan dari daerah lain,” harapnya.

Bayu menandaskan, ke depannya sesuai visi Gubernur DIY, organisasi yang berfokus meningkatkan kesejahteraan nelayan seperti HNSI harus bisa menigkatkan dan mengembangkan potensi laut, disamping nelayannya juga peralatannya,

“Seperti pelabuhan tanjung Adikarto (kulonprogo) kita kejar supaya segera bisa beroperasi seiring dengan Bandara, sehingga nelayan yang ada di DIY ini tidak hanya mencari ikian tetapi menangkap ikan . kalua menangkap ikan itu bisa milih yang komoditas bagus dan bernilai ekonomi tinggi,” tukasnya.

Dikatakan Bayu, sudah saatnya nelayan merubah pandangan, bahwa tidak perlu banyak produksinya tapi  kualitasnya lebih bagus, menangkap yang jenisnya memiliki nilai ekonomi tinggi,

“Sehingga kalua ada Bandara kan nanti bisa langsung ke cargo, bisa kirim langsung ke luar negeri ke Jepang atau kemana kan hanya berapa jam, sehingga kualitas iknnnya masih bagus. Itu harapan-harapan kami,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HNSI DIY, KPH. Wironegoro, M.Sc. mengatakan, dibentuknya DPC HNSI se-DIY intinya membentuk laskar-laskar ujung tombak dengan harapan bisa bersinergi dengan DKP selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar benar-benar mendukung visi misi Gubernur DIY untuk among tani dagang layer dan Selatan menjadi gerbang peradaban baru mataram.

“Nantinya kalau Bandara di Kulonprogo jadi dan ada penerbangan langsung ke negara-negara lain, itu tugas HNSI agar masyarakat pesisir nanti tidak hanya menjadi penonton tapi menjadi pelaku ekonomi,” tegas KPH Wironegoro. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.