Klien Bapas Yogyakarta Dapat ilmu Wirausaha bersama KWT Sukamaju serta Disperindagkop dan UKM

Yogyakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Yogyakarta dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sukamaju, menyelenggarakan kegiatan bimbingan kemandirian dalam bentuk pelatihan pembuatan kripik pisang dan dodol pisang, yang diselenggarakan di Bapas Kelas I Yogyakarta, Rabu (10/03/2021). Kegiatan bimbingan kemandirian tersebut dilakukan dengan tujuan memberikan bekal keterampilan dan kemandirian kepada klien pemasyarakatan untuk meningkatkan kondisi ekonomi klien pemasyarakatan serta dapat berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.

Kegiatan bimbingan kemandirian diikuti oleh sepuluh orang peserta yang terdiri dari tujuh orang peserta klien dewasa dan tiga orang peserta klien anak yang merupakan klien bimbingan Bapas Kelas I Yogyakarta. Kegiatan bimbingan dibuka pukul 09.00 WIB dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kasubsi Bimbingan Kerja Klien Anak, Siti Umiyati, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari PLH Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Dwi Setyo Wahyudi yang sekaligus membuka acara pelatihan.

Rangkaian kegiatan bimbingan kemandirian terdiri dari dua kegiatan yaitu, pembekalan teori manajemen hasil produksi dan pemasaran yang disampaikan oleh Bektiani Santosa selaku Kepala Seksi Kemitraan dan Pembiayaan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta serta kegiatan praktek pembuatan keripik pisang dan dodol pisang dengan bimbingan dari KWT Sukamaju yang diwakili oleh Suryanto dan Tasminah. KWT Sukamaju merupakan salah satu Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) mitra Bapas Kelas I Yogyakarta yang beralamat di Palihan, Bantul. Rangkaian acara bimbingan kemandirian tersebut dilaksanakan di lingkungan kantor Bapas Kelas I Yogyakarta dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Selain memperoleh materi mengenai manajemen pemasaran dan praktek pembuatan keripik pisang, peserta kegiatan juga mendapatkan paket bantuan peralatan dan bahan pembuatan keripik pisang berupa kompor gas, tabung gas, regulator, wajan, minyak dan pisang. Dengan pemberian peralatan tersebut diharapkan klien menindaklanjuti hasil pelatihan dengan mempraktekkan pembuatan keripik pisang di rumah masing-masing sehingga menjadi sarana menambah penghasilan keluarga.

Bektiani Santosa selaku pemateri dari Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, mengapresiasi terlaksananya kegiatan bimbingan kemandirian yang diselenggarakan oleh Bapas Kelas I Yogyakarta, “kegiatan bimbingan kemandirian dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Dengan adanya kegiatan bimbingan ini semoga akan memunculkan pelaku-pelaku usaha baru di lingkungan Kota Yogyakarta sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga maupun masyarakat pada umumnya”. Hal senada juga disampaikan oleh Tasmiah selaku Ketua KWT Sukamaju. ”Kegiatan seperti ini sangat baik untuk dilaksanakan dan kedepannya semoga kerja sama antara KWT Sukamaju dengan Bapas Kelas I Yogyakarta dapat berlanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan Emy Rahmawati menyambut baik kegiatan bimbingan kemandirian yang dilaksanakan oleh Bapas Kelas I Yogyakarta. “Saya merasa senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Pelatihan dari Bapas memberikan motivasi pada saya dan keluarga untuk memulai usaha pembuatan makanan olahan dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar rumah,” jelas Emy.

Kegiatan bimbingan kemandirian kali ini, mendapat kunjungan dari Kepala Bidang Pembinaan, Pembimbingan dan Teknologi Informasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM D. I. Yogyakarta, Muhammad Akhyar. “Saya turut mengapresiasi kegiatan bimbingan kemandirian yang dilaksanakan oleh Bapas Kelas I Yogyakarta. Hal ini menunjukkan keseriusan Bapas Kelas I Yogyakarta untuk meningkatkan kesejahteraan klien pemasyarakatan. Kedepannya agar ditingkatkan dan dibuat variasi materi bimbingannya seperti membuat batik,” ungkap Muhammad Akhyar.

Dwi Setyo Wahyudi, PLH Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Bapas kepada klien bimbingan di Bapas agar dapat mengembangkan keterampilan kerja dan membuka usaha untuk mendapatkan penghasilan yang layak sehingga meningkatkan kesejahteraan. “Dengan adanya kegiatan ini, semoga klien pemasyarakatan di Bapas Kelas I Yogyakarta menjadi terinspirasi untuk membuka usaha yang dapat meningkatkan penghasilan. Dengan menjadi wiraswasta diharapkan klien mendapatkan penghasilan yang layak, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan tidak melakukan pengulangan tindak pidana sehingga tercapai tujuan dari pemasyarakatan itu sendiri,” ujar Setyo Wahyudi. Setyo Wahyudi juga menyampaikan bahwa kegiatan kerja sama dengan Pokmas Lipas melalui kegiatan bimbingan kemandirian maupun bimbingan kepribadian bagi klien pemasyarakatan di Bapas Kelas I Yogyakarta akan terus dilakukan dan ditingkatkan kualitasnya.(ang)

Redaktur: Hennyra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.