Nur Cholimah Raih Gelar Doktor dari UNY Setelah Berhasil Kembangkan Model Pembelajaran Moral dalam Keluarga untuk PAUD

Dr. Nur Cholimah, M.Pd saat Sidang Promosi Doktor secara virtual, Selasa (07/06/2022). Foto: Tangkap Layar

YOGYAKARTA – Mahasiswa Program Doktor Universitas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nur Cholimah, M.Pd berhasil meraih gelar Doktor (Dr) dari Fakultas Ilmu Pendidikan (s3) Pascasarjana UNY.

Gelar tersebut diraih usai mempertahankan disertasi berjudul: Pengembangan Model Pembelajaran Moral dalam Keluarga “MPMK” untuk Meningkatkan Kemampuan Orang Tua Menstimulasi Perilaku Hormat dan Tanggungjawab Anak Usia 4-6 Tahun.

Sidang Promosi Doktor Nur Cholimah dilaksanakan secara daring pada Selasa (07/06/2022) Pukul 09.00-11.00 WIB. Sidang dihadiri 6 dosen penguji. Yaitu Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd selaku Ketua Penguji; Dr. Mami Hajaroh, M.Pd selaku sekretaris penguji; Prof. Dr. Achmad Dardiri, M.Hum selaku promotor 1 sekaligus penguji; Prof. Dr. Suparmo, M.Pd selaku Promotor 2 sekaligus penguji; Prof. Dr. Harun, M.Pd selaku Penguji 2 dan Prof. Dr. Supriyono, M.Pd selaku penguji 1.

Model Pembelajaran Moral dalam Keluarga (MPMK) yang dikembangkan Nur Cholimah sudah teruji mampu meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengembangkan perilaku moral hormat dan tanggungjawab anak usia dini.

Pemuatan model MPMK ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan dengan melibatkan 1043 responden yang merupakan orang tua dari siswa Pendidikan Aanak Usia Dini (PAUD) yang berusia 4-6 tahun.

Responden tersebar di seluruh Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para responden menyadari pengembangan moral dalam keluarga itu yang lebih utama. Mereka juga sangat membutuhkan panduan untuk pengembangan perilaku moral anak dalam keluarga.

Dalam desertasinya, Nur Cholimah mengungkapkan pada uji operasional saat pre tes kemampuan orang tua terkait cara stimulasi sebagaimana yang diterangkan dalam buku MPMK memang belum terlihat ada peningkatan. 17% responden menyatakan sangat kurang paham, 50% kurang paham dan 33% cukup.

Namun pada saat pre tes kedua yang dilakukan berselang satu bulan dari pre tes pertama, orang tua mengalami peningkatan dalam melakukan stimulasi menggunakan model MPMK. Sebesar 13% menyatakan sangat baik, 67% baik. Sementara yang cukup paham tinggal 20% dan sudah tidak ada yang kurang atau sangat kurang paham.

Jika dirata-rata awalnya orang tua memiliki kemampuan katagori kurang baik.

“Namun saat orang tua membaca, merasakan, dan melakukan pembelajaran moral dalam keluarga menggunakan model MPMK ini, menjadi memiliki kemampuan dengan katagori baik,” tutur dosen PG PAUD FIP UNY dengan bidang keahlian pendidikan anak dalam keluarga ini.

Nur Cholimah yang juga Ketua Kelompok Kerja Ibu PAUD Kabupaten Sleman menjelaskan, dalam praktik penerapan MPMK, orang tua siswa membaca, memahami, merasakan dan melakukan yang terdapat pada buku panduan model MPMK selama satu bulan.

Selain itu dalam penerapannya, orang tua juga mengisi jurnal mingguan yang dilakukan dengan diawali membuat perencanaan (RPPMK) yang terdapat dalam buku. Orang tua kemudian melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan chek list pelaksanaan PPMK dan diikuti proses evaluasi menggunakan lembar evaluasi pembelajaran moral dalam keluarga (EPMK). Di akhir minggu, orang tua melakukan refleksi menggunakan lembar (RPMK).

“Dari hasil refleksi, orang tua menyatakan buku MPMK terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan orang tua terhadap cara menstimulasi perilaku moral. Semoga model ini juga bisa menjadi pijakan orang tua untuk mengevaluasi diri terkait dengan stimulasi moral dirumah,” ucapnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

5 / 100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.