Selasa, 26/11/2013 23:31 WIB | Dibaca: 1953 kali

Pesan Sukses dari Bocah Disabelitas


Sang juara, Eky Waskita Aji saat ditemui di sekolahnya

YOGYAKARTA - Dengan bentuk tubuh yang kecil dan memiliki kedua tangan yang tidak sempurna, rupanya tak menyiutkan nyali untuk berprestasi lebih tinggi. Kemauan belajar serta kerja keras dijadikan kunci menuju sukses, meski mempunyai kendala menjadi penyandang disabelitas.


Hal itulah yang dirasakan oleh Eky Waskita Aji (17) Siswa kelas 11 di SMA Muhamadiyah 7, Yogyakarta. Belum lama ini orang-orang dibuat menganga oleh tubuh mungilnya saat berhasil menyabet medali perunggu pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA-MA 2013 yang diselenggarakan di Bandung oleh Dirjen Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK).


Dengan mengangkat penelitian berjudul ‘Pemanfaatan Sampah Plastik Gelas Air Mineral sebagai Pengganti Mika Pin', Ia mampu mengubah paradigma masyarakat dalam memandang sampah. Khusunya sampah anorganik, sampah bekas gelas air mineral sebagai pengganti mika.


"Aku ingin membuktikan ke semua orang bahwa sampah plastik gelas air mineral bisa bermanfaat bagi kita semua asal kita bisa mengolahnya dengan sebaik mungkin," ujarnya penuh semangat ketika ditemui di sekolahnya, Selasa (26/11/2013).


Baginya mendapat karunia fisik yang tidak pada umunya bukan semerta-merta untuk terima dianggap terbelakang. Ia mengaku dari kecil sudah didik oleh kedua orang tuanya untuk tidak minder.
Meskipun memenangi olimpiade sain, Eky tak semerta-merta ingin jadi ilmuwan. Ia lebih terobesesi menjadi psikolog. Pasalnya, menurut Eky, hanya psikolog yang mampu mempelajari karakter orang dari sisi yang lain.


"Istilihanya mereka tidak mudah menilai orang hanya dari fisiknya," ujarnya.


Oleh karena itu, anak kedua dari dua bersaudaranya ini sudah tak sabar lulus SMA dan mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Dari sana kata Eky, keiinginan untuk mengajak maju Anak Berkubuthan Khusus (ABK), muncul.


"Banyak yang tidak percaya diri meskipun secara pemikiran bisa dilakukan. Aku mau kuliah dan masuk Fakultas Psikologi, kalau bisa UGM. Aku senang bisa memberi motivasi kepada ABK," terangnya. (ynr)


Redaktur: Azwar Anas


 





Baca Juga