Selasa, 14/01/2014 16:27 WIB | Dibaca: 1036 kali

Pembahasan APBD 2014 Terlalu Dipolitisasi


Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Yogyakarta saat memberikan keterangan pres. Foto/azwar

YOGYAKARTA - Poeses pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Yogyakarta sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini masih belum rampung diselesaikan. Hal itu disebabkan karena proses pembahasan yang dilakukan terlalu dipolitisasi dari masing-masing partai politik yang duduk dikursi DPRD Kota Yogyakarta.

Sekretaris DPC PDIP Kota Yogyakarta, Danang Rudiatmoko menyatakan, pembahasan APBD yang dilakukan Anggota Dewan masih mengalami hambatan. Selain itu masih ada beberapa sidang lanjutan yang harus dilalui DPRD kota Yogyakarta untuk menghasilkan APBD 2014.

"Lambatnya proses pembahasan yang dilakukan karena terlalu di politisir sehinga terjadi tarik ulur antar masing-masing partai politik," ujarnya Selasa (14/01/2014) saat menggelar Keterangan Pers.

Pihaknya juga meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta atas kinerja kader-kadernya yaitu PDIP yang duduk di kursi DPRD Kota Yogyakarta yang masih belum maksimal dalam menyelesaikan APBD 2014.

Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Yogyakarta melalui sekertarisnya, Danang Rudiatmoko mengingatkan kepada keempat puluh anggota dewan, untuk sadar bahwa APBD Kota Yogya bukan untuk kepentingan pemerintahan. Akan tetapi ada yang harus dipertanggungjawabkan yakni pada masyarakat Kota Yogyakarta.

"Molornya pembahasan APBD 2014 bukan hanya masalah internal partai, namun juga masalah dewan secara keseluruhan. Saya malu karena di empat kabupaten di DIY, pembahasan APBD 2014 oleh dewan setempat sudah selesai dilakukan dan sudah dijalankan," tambahnya.

Sementara Pemkot Yogya Hingga saat ini terpaksa eksekutif menggunakan anggaran cadangan melalui payung hukum perwal (peraturan walikota). Sekretais DPC PDIP juga mengancam akan melakukan pencopotan kepada Ketua Fraksi PDIP jika pada 30 januari 2014, proses pembahasn APBD masih belum rampung diselesaikan. (war)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga