Sabtu, 25/01/2014 09:07 WIB | Dibaca: 1976 kali

Tidak Dibelikan Laptop, Gadis ini Kabur dan Mengaku Korban Trafficking


Tania saat dijemput keluarganya di Polsek Playen. Foto/aditya

GUNUNGKIDUL - Pengakuan seorang gadis manis Dextania Ragil Exzhawyti (15) kepada polisi bahwa dia korban trafficking ternyata palsu. Alamatnya juga bukan Samarinda tetapi Nganjuk, Jawa Timur. Ia sampai di Gunungkidul karena kabur dari rumah hanya karena tidak dibelikan laptop oleh orang tuanya.

Kanit Reskrim Polsek Playen Iptu Mursidi menjelaskan, setelah kabur dari Polsek Playen Tania sapaan Dextania ditemukan oleh warga Bantul dan diserahkan ke Polres Bantul, Jum'at (24/1/2014) sore. Polres Bantul kemudian berkoordinasi dengan Polsek Playen.

"Kami (anggota Polsek Playen) kemudian menjemputnya di Polres Gunungkidul. Karena pihak keluarga sudah dalam perjalanan menuju Polsek Playen untuk menjemput," kata Iptu Mursidi kepada Jogjakartanews.com, Sabtu (25/1/2014) pagi.

Sesampainya di Polsek Playen, kata Mursidi, tidak selang lama orang tua Tania Darmaji (50) dan Wirayat Mulya Suci (36) datang ke Polsek Playen. Akhirnya pengakuan Tania menjadi korban trafficking pun terbongkar.

"Orang tuanya berprofesi sebagai petani menyanggupi Tania untuk membelikan laptop, tapi belum dibelikan. Tania kemudian kabur dari rumah sejak lima hari yang lalu. Jadi pengakuan Tania dia warga Samarinda akan dijual tantenya di Nganjuk, Jawa Timur, semuanya palsu. Sekarang dia sudah dijemput orang tuanya," jelas Mursidi. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga