Jumat, 14/02/2014 10:13 WIB | Dibaca: 898 kali

Semua Kendaraan Diimbau untuk Menyalakan Lampu


Jarak pandang terbatas, harap nyalakan lampu. Foto/azwar

YOGYAKARTA - Hujan debu yang terjadi di Yogyakarta sejak Jum'at (14/02) pagi membuat masyarakat terkaget-kaget, tak banyak mengetahui dari mana asal abu vulkanik berasal. Hujan debu vulkanik yang berasal dari letusan gunung kelud kediri Jawa Timur hingga saat ini masih di rasakan di Yogyakarta.

Dari pantauan jogjakartanews.com saat ini kondisi lalu lintas di beberapa wilayah kota Yogyakarta di selimuti debu dengan ketebalan mencapai 6 centimeter, kendaraan roda dua maupun empat juga terlihat di tutupi debu. Akibatnya kendaraan hanya dapat melaju dengan kecepatan 20-40 km/jam.

Selain itu juga jarak pandang saat berkendaraa sangat terasa sekali yaitu hanya 2-3 meter.Petugas juga mengimbau kepada seluruh pengendara untuk menyalakan lampu saat berkendara.

"Semua wajib menyalakan lampu baik roda dua maupun empat, cepatt"himbau petugas kemanan dalam patrolinya di sepanjang jalan kota Yogya Jum'at (14/02).

Akibat hujan debu letusan gunung Kelud terpantau Aktivitas perekonomian di Yogyakarta sementara lumpuh, toko-toko disepanjang jalan sultan agung kota Yogyakarta tutup dan memilih diam di rumah. (war)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga