Takut Keracunan Abu Vulkanik, Layanan Pesan Antar Makanan Tidak Beroperasi


Warga Tirtomartani terlihat gotong-royong membersihkan abu vulkanik di jalan

SLEMAN - Akibat efek meletusnya Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur, sebagian jasa pesan antar makanan di Yogyakarta hari ini tdak melayani konsumen, Jum'at (14/02/2014). Beberapa restoran makanan cepat saji dan catering yang tidak beroperasi tersebut beralasan demi menjaga kualitas dan keamanan makanan untuk konsumen.

"Takutnya kan abu vulkanik mengotori bungkus makanan dan membahayakan pembeli. Meski dibungkus rapat tidak menutup kemungkinan partikelnya bisa masuk juga saat makanan dibuka. Selain itu, juga demi keamanan petugas antar kami . Untuk batas waktunya sampai kapan layanan kami buka kembali, belum ditentukan, mungkin sampai benar-benar abu vulkanik hilang," ungkap pemilik catering di Mlati Sleman, Suci (27) , kepada Jogjakartanews.com.

Akibat tidak beroperasinya layanan pesan antar makanan, pelanggan terpaksa dibuat repot. Sebab, harus memasak sendiri, sementara penjual sayur keliling juga banyak yang tidak berjualan. Hal itu seperti yang dialami Setyawati (26) warga Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

"Iya, tadi pesan di catering langganan lagi ngga bisa nganter, katanya karena hujan abu gunung Kelud ini. Mau makan di luar juga kasihan anak saya, mau masak sendiri tukang sayur tidak lewat. Ini terpaksa masak seadanya persediaan di kulkas," katanya.

Sementara pantauan jogjakartanews.com, hujan abu tidak selebat dini hari tadi. Sempat terjadi gerimis, sehingga abu vukanik tidak begitu terasa menyebar. Beberapa warga di Tirtomartani, Kalasan, Sleman terlihat bergotongroyong membersihkan abu vulkanik di jalanan. (now)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga