Senin, 17/03/2014 18:53 WIB | Dibaca: 1791 kali

Titiek: Jangan Sampai Amnesia Sejarah, Indonesia Jaya di Masa Orba


Titiek Soeharto berorasi di hadapan ribuan kader dan simpatisan Golkar DIY. Foto: Azwar Anas

YOGYAKARTA -Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Golkar Dapil DIY dengan nomor urut 1, Siti Hediati Soeharto, SE atau yang lebih popular disapa Titiek Soeharto membuat ribuan massa kampanye perdana Partai Golkar di Alun-Alun Selatan Yogyakarta bergelora, Senin (17/03/2014). Sosok dengan pembawaan yang kalem dan anggun tersebut kembali mengingatkan masa kejayaan Indonesia di masa Orde Baru (Orba) yang dipimpin Presiden RI Ke 2 H.M Soeharto.

Dalam orasinya, Titiek mengungkapkan, terlihat dengan jelas bahwa masyarakat Indonesia, khususnya DIY sangat merindukan sosok Soeharto. Pasalnya saat Soeharto memimpin Indonesia menjadi negara yang paling disegani baik dalam hal perekonomian, pertanian, dan bahkan pendidikan. Titiek mengingatkan, jangan sampai warga Yogyakarta yang cerdas mengalami amnesia sejarah (lupa dengan sejarah, red) kejayaan bangsa Indonesia di jaman Soeharto.

"Dulu Indonesia tidak pernah kekurangan beras. Tidak ada anak-anak yang kelaparan. Saya yakin Indonesia bisa kembali jaya," tuturnya yang sontak disambut teriakan "Setuju! Hidup Golkar, Hidup Soharto, Hidup Mba Titiek", dari para simpatisan dan kader Golkar DIY yang hadir.

Titiek juga menyatakan, Partai Golkar dan dirinya akan bekerja sungguh-sungguh untuk mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia seperti di jaman Orba. Banyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan, terutama persoalan ekonomi mulai dari kemandirian pangan, pengangguran, serta kemiskinan . Untuk menyelesaikan persoalan bagsa ini, kata Titik, memerlukan kerja keras bersama.

"Suara golkar adalah suara rakyat, dan kami akan terus berjuang untuk mewujudkan keinginan rakyat Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya," tegas putri Bapak Pembangunan Indonesia ini.

Tidak hanya itu, dengan lantang Titiek meneriakkan slogan yang belakangan muncul di Indonesia. Slogan yang disebut-sebut lahir dari manifestasi kerinduan rakyat terhadap orde baru. "Piye kabare? Piye Kabare?" ujar Titiek yang langsung dijawab, "Penak jamanku" oleh ribuan massa yang hadir.

Selain Titiek sebagai juru kampanye (Jurkam) Dalam kampanye terbuka ini juga dihadiri oleh juru kampanye nasional (Jurkamnas)diantaranya Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung , Siti Hardiyanti Rukmana Soeharto (Tutut Soeharto) Tokoh Golkar yang kakak kandung Titiek, Para petinggi DPP Partai Golkar, serta para Caleg DPRD dan DPR RI dari partai Golkar DIY. (war)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga