Sabtu, 10/05/2014 15:30 WIB | Dibaca: 1916 kali

Listrik Murah dan Subsidi Belum Mendorong Masyarakat Berhemat Energi


Ketua Pusat Studi Energi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Albertus Joko Santoso. Foto/mustakim

SLEMAN - Persebaran penduduk di Indonesia turut mendorong semakin tingginya konsumsi senergi. Termasuk salah satunya konsumsi listrik. Meskipun saat ini banyak energi murah, namun tetap saja konsumsi akan energi tetap tinggi.

"Saat ini, adanya lampu hemat energi tapi pemakaiamnya lama. Adanya bensin murah, mau ke warung yang jaraknya 10 meter pakai sepeda motor. Itukan sama saja," kata Ketua Pusat Studi Energi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Albertus Joko Santoso, Sabtu (10/5/2014).

Joko, panggilan Albertus Joko Santoso, mengatakan, semestinya masyarakat semakin peduli menghemat energi meskipun ada fasilitas listrik murah dan lainnya. Itulah sebabnya, lanjut Joko, Indonesia saat ini belum bisa meningkatkan kemandirian energi.

"Energi merupakan kebutuhan untuk hajat hidup manusia. Sudah selayaknya masyarakat mulai berfikir untuk bisa memanfaatkan potensi alam secara maksimal," ujarnya.

Ia menyarankan, peran perguruan tinggi saat ini sangat dibutuhkan. "Mereka (perguruan tinggi-red) harus bisa mendidik para civitasnya untuk hemat energi." (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 


 



Terpopuler


Baca Juga