Rabu, 14/05/2014 11:06 WIB | Dibaca: 2804 kali

Penipuan dengan Dalih Uang Kebersihan


Kwitansi retribusi sampah yang diduga untuk menipu korbannya. Foto/baharuddin

SLEMAN - Modus kejahatan untuk meraup keuntungan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dari waktu ke waktu semakin canggih. Tidak sedikit korban yang berjatuhan dari ulah tipu daya yang dilakukan para pelaku kejahatan.

Kali ini yang marak diberitakan adalah kasus penipuan dengan modus meminta tarif uang kebersihan atau uang sampah ke beberapa toko-toko atau tempat usaha yang mengatasnamakan pengurus RT setempat.

Seperti yang dialami oleh Wina (26) selaku korban dari modus tarikan sampah tersebut. Kepada jogjakartanews.com, Rabu (14/5/2014) dia menceritakan, sekitar akhir bulan Februari 2014 lalu, konter pulsa yang bertempat di daerah dusun Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, didatangi oleh seorang laki-laki yang meminta sejumlah uang untuk membayar sampah.
"Saat itu magrib keadaan sedang hujan, ada seorang laki-laki tinggi besar, mengenakan jas hujan warna abu-abu, menyodorkan kwitansi warna hijau dengan menulis nama pak Jono, meminta uang Rp 400 ribu guna membayar uang sampah," kata Wina.

Wina yang merupakan warga Ngemplak, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, ini mengaku tertipu dengan ulah pria tersebut. " Saya terpaksa ganti uang sebesar Rp 400 ribu, padahal uang itu hasil dari gajian," kesal ibu satu anak ini.

Lebih lanjut Gina mengaku kasus yang menimpanya itu hingga saat ini belum dilaporkan ke pihak berwajib, dalam hal ini Polsek Ngaglik, Sleman, DIY. "Sudah lapor ke RT setempat tapi ke kantor polisi, belum," ujarnya.

Dia pun berharap kepada pihak yang berwajib untuk segera mengusut kasus bermodus tarikan uang sampah ini dan menangkap pelakunya. "Polisi harus segera menangkap pelakunya, agar tidak ada korban-korban penipuan lagi dan masyarakat harus berhati-hati atas dengan modus ini." (bhr)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga