Kamis, 06/11/2014 20:44 WIB | Dibaca: 1646 kali

Mobilnya Ditembak, Amin Rais: Saya Hanya Minta Perlindungan Allah Swt


Foto: doc/jogjakartanews.com

YOGYAKARTA – Mobil milik Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (MPPAN) Amien Rais ditembak oleh orang tak dikenal pada Kamis (06/11/2014), dini hari diperkirakan sekitar pukul 2.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun mobil Harrier Nomor polisi AB 264 AR produksi tahun 2008 yang terparkir di halaman rumah tokoh reformasi tersebut mengalami kerusakan. Bekas tembakan terlihat di bagian belakang mobil, sisi sebelah kanan.

Informasi yang dihimpun jogjakartanews.com, saat kejadian, Amien Rais dan keluarganya  tengah tidur di dalam rumahnya di Kompleks Pandean Sari Blok II/5 Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Sementara petugas keamanan yang biasa menjaga rumah Amin Rais saat itu dikabarkan juga sedang tertidur.

Pasca kejadian, personel  Polda DIY bergerak cepat dan menerjunkan personel untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Laboratorium Forensik Mabes Polri cabang  Semarang  yang datang sekitar setelah terjadinya penembakan untuk melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP tersebut petugas menemukan selongsong peluru di depan pagar rumah , sekitar 10 meter dari lokasi parkir mobil, dan proyektil peluru yang sudah berupa serpihan di jok belakang sisi kanan mobil.

Kapolda DIY Brigjen Oerip Soebagyo mengatakan, Polda telah menerjunkan anggotanya untuk menjaga rumah Amin Rais.

“Kita terjunkan personil untuk mengamankan. Kan semua warga negara berhak mendapatkan perlindungan," tuturnya kepada wartawan, Kamis (06/11/2014).

Sementara terkait hasil penyelidikan, Kapolda belum mendapatkan informasi yang mengarah kepada siapa pelakunya. Menurutnya, hal pertama adalah memeriksa jenis peluru yang digunakan pelaku.

Saat ini selongsong peluru yang ditemukan di luar pagar rumah itu masih dalam penyelidikan tim Labfor.

"Saat ini peluru yang ditemukan tim penyidik masih dalam pemeriksaan . Kami masih menunggu hasil identifikasi tim Labfor," ungkap Kapolda DIY, Brigjen Pol Oerip Subagyo, usai meninjau TKP.

Terkait dugaan motif terror tersebut, Kapolda  mengatakan tidak mau berandai-andai

"Masih dalam penyelidikan, kita tidak bisa ber andai-andai," tandas Kapolda. 

Terkait musibah yang dialaminya, Amin Rais terlihat santai. Menurutnya aksi teror bukanlah hal asing bagi dirinya. Ia mengaku telah berkali-kali mengalami teror, mulai dari teror fisik hingga  non fisik.

“Sudah biasa (diteror) begini,” ungkap Amin Rais kepada wartawan.

Tak hanya rumahnya yang di Yogyakarta rumah lainnya di Jakarta juga kerap diteror. Diceritakan tokoh kelahiran Solo Jawa  Tengah ini, rumahnya di Jakarta sudah beberapa kali mendapatkan kiriman berupa kuali yang berisi air dan di dalamnya ada telur angsa besar, jarum, dan bunga-bunga.

“Mungkin agar ditafsirkan sebagai santet, tapi saya tidak takut karena saya orang beriman," ujar Amin rais

Amin mengisahkan,  selama 30 tahun dia menetap di Yogyakarta, sejak menjadi Dosen UGM,  ada tiga teror yang dialaminya. Teror pertama dan kedua terjadi pada masa awal-awal masa reformasi, berupa lemparan batu ke rumah dan menyebabkan kaca pecah.

Untuk terror yang dialaminya kali ini, Amin juga mengaku tak mendengar suara tembakan. Sebab, kata dia, kejadiannya saat dirinya sedang istirahat. Amin Rais juga mengatakan, dia dan keluarganya tidak akan meminta pengawalan secara khusus kepada pihak polisi.

"Saya hanya akan meminta perlindungan kepada Allah Swt," tukas mantan Ketua MPR RI ini.

Apakah dia kan meminta polisi mengusut dan mengejar pelakunya? Amin rais hanya tersenyum dan mengatakan bahwa hal itu adalah sudah menjadi tugas aparat penegak hukum.

“Itu sudah tugasnya polisi tentunya,” tutupnya.

Di sisi lain, Pasca kejadian beberapa tokoh daerah berdatangan ke rumah Amin Rais, diantaranya Bupati Sleman, Sri Purnomo. Desakan agar polisi mengusut tuntas dan menangkap pelaku terror juga berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk dari wakil presiden Jusuf  Kalla.    (ian/kontributor)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga