Selasa, 10/02/2015 19:09 WIB | Dibaca: 2151 kali

Taruna AAL Operasikan Meriam KRI Bung Tomo 357


Taruna Korps Pelaut AAL Tingkat IV Lattek di KRI Bung Tomo. Foto: doc/AAL

SURABAYA -  Sebanyak 10 taruna korps pelaut Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat IV melaksanakan latihan dan praktek (Lattek) di Kapal Perang RI (KRI) Bung Tomo- 357, Selasa (10/2).

KRI Bung Tomo (357) merupakan salah satu dari tiga jenis kapal (Multi Role Light Fregate). Kapal ini memiliki jumlah ABK 85 prajurit, dengan rincian perwira 17 orang, bintara 40 orang dan tamtama 28 orang. Kapal perang ini merupakan kapal patroli lepas pantai jenis korvet, dan tiba di Indonesia pada pertengahan bulan September 2014.

KRI Bung Tomo-357 saat ini dikomandani Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. Kapal perang ini juga baru saja melaksanakan tugas SAR evakuasi pesawat Air Asia. 

Para taruna korps pelaut ini, juga dikenalkan mengenai persenjataan di kapal kelas Fregate  ini, diantaranya 1 x Oto Melara 76 mm gun. 2 x MSI Defence DS 30B REMSIG 30mm guns, 16 VLS untuk meluncurkan MBDA(BAE Systems) MICA  surface-to-air-missile . 2 x 4 Quad untuk meluncurkan 8 misil MBDA (Aerospatiale) Exocet MM40 Block II. 2 x triple BAE Systems 324mm torpedo tubes untuk menghancurkan sasaran diatas maupun dibawah air.

Dengan antusias para calon asisten kepala divisi senjata bahari ini juga mencoba mengoperasikan system sensor dan senjata elektronik Ultra Electronics/Radamec Series 2500 electro-optic weapons director.Thales Underwater Systems TMS 4130C1 hull-mounted sonar. BAE Systems Insyte AWS-9 3D E- and F-band air and surface radar. BAE Insyte 1802SW I/J-band radar trackers. Kelvin Hughes Type 1007 navigation radar. Thales Nederland Scout Radar. Thales Sensors Cutlass 242 counter measures.

Pengalaman langsung yang didapat mereka selama magang di kapal perang (KRI) ini dan sedang dilaksanakan oleh taruna korps pelaut adalah salah satu tolok ukur profesionalitas korps yang merupakan bekal dasar dalam menghadapi tugas-tugas mendatang. Kemahiran menguasai bidang navigasi dan persenjataan kapal perang merupakan hal yang wajib bagi perwira pelaut baik yang dimiliki oleh TNI AL saat ini, dan akan terus berkembang seiring teknologi persenjataan Angkatan Laut dunia.

“Setelah lulus menjadi perwira korps pelaut, mereka harus memahami tugas-tugas perwira navigasi, senjata bahari dan komunikasi serta ilmu pertahanan bidang nautika, teknik kesenjataan aspek laut, teknik manajemen, kepemimpinan, hukum, komunikasi sosial untuk pengembangan karier sebagai kader pemimpin untuk dikembangkan selanjutnya,” ungkap  Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur ICL, dalam keterangan pers.

Sekadar informasi, dalam Lattek yang akan berlangsung selama 1 bulan yaitu mulai tanggal 1 Februari - 25 Februari ini, para tarna  antara lain mempraktekkan pelajaran dan teori yang telah diterima di kelas, mempraktekkan melaksanakan tugas sebagai Perwira Jaga Laut (pelayaran datar dan pelayaran astronomi) pada KRI tipe Fregate. Kemudian, memahami tugas-tugas Perwira Divisi Navigasi, Komunikasi, Senjata Atas Air, Senjata Bawah Air dan Pusat Informasi Tempur pada KRI tipe Fregate jenis korvet ini. (pr/aal)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga