Jumat, 27/02/2015 22:17 WIB | Dibaca: 1026 kali

Pengamat: Isu Perubahan Zulkifli Untungkan Hatta


doc/jogjakartanews.com

JAKARTA -Pengamat politik dari 'The Habibie Center', Bawono Kumoro menilai, dalam persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa sebagai incumbent jauh lebih unggul ketimbang rivalnya Zulkifli Hasan. Menurutnya meski kubu Zulkifli mengusung isu peruubahan, namun ide tersebut belum konkret.

“Posisi Hatta sebenarnya masih di atas angin karena ide perubahan yang diusung Zulkifli belum konkret,” ujarnya belum lama ini.

Ketidakjelasan ide Zulkifli soal ide perubahan, terang Bawono, dipahami sebagai upaya membawa PAN keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Jika ukurannya ketokohan, lanjutnya, maka cukup berat bagi Zulkifli untuk bersaing dengan Hatta yang dikenal sebagai politisi dan komunikator ulung. Terlebih, imbuhnya lagi, PAN di bawah Hatta mampu mendulang suara secara signifikan pada Pemilu Legislatif 2014 lalu dibandingkan pada 2009 saat partai berlambang matahari itu dipimpin Soetrisno Bachir.

“Saat ini, hampir tidak ada cela bagi Hatta. Namun yang pasti, jika benar Zulkifli ingin membawa perubahan dengan mengeluarkan PAN dari KMP, 67 juta rakyat yang memilih Prabowo-Hatta pada Pilpres kemarin akan marah,” lanjutnya.

Dikatakan Bawono, Hatta juga termasuk politisi ulung yang mampu membangun komunikasi politik lintas partai. Dia tidak hanya dekat dengan partai-partai KMP, bahkan sangat akrab dengan petinggi KIH seperti, Surya Paloh hingga Megawati Soekarnoputri.

“Kelebihan itu belum terlihat dan dimiliki oleh Zulkifli. Ketua MPR ini juga belum teruji memimpin PAN,” tandasnya.

Hal senada dilontarkan Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI), Abdul Hakim MS. Menurutya, bisa saja Zulkifli membawa PAN keluar dari KMP karena yang dihadapi Hatta, petahana sekaligus inisiator lahirnya koalisi partai penyeimbang bagi yang kini mayoritas di DPR itu.

“Dengan tagline perubahan yang diusung, ada semacam sinyal bahwa Zulkifli akan melakukan perubahan besar dalam PAN. Salah satu perubahan itu bisa jadi bergabung dengan KIH,” katanya. (pr/matara)

Redaktur: Rizal


 





Baca Juga