Kamis, 05/03/2015 15:15 WIB | Dibaca: 1598 kali

Menjadi Buzzer Opini Publik


doc.

YOGYAKARTA - Ditengah pesatnya perkembangan media massa, khususnya media digital, peran khalayak tidak lagi menjadi konsumen berita yang pasif. Perilaku khalayak bergerak kearah yang semakin aktif dan progresif. Khalayak bukan hanya mengkonsumsi melainkan “mengemas berita” (opinion leader). Khalayak yang membuat isu dan mengemasnya semikian rupa hingga menjadi sebuah berita yang dapat diterima oleh masyarakat sebagai sebuah sumber informasi.

Sayangnya, peran itu saat ini hanya mampu dilakukan oleh mereka yang duduk di senayan, para politisi, aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat maupun jajaran pengamat professional. Sedangkan mahasiswa, cenderung mengikuti arus opini yang dibuat oleh mareka.

Padahal, jika menilik sejarah 17 tahun silam, bergulirnya era reformasi tidak terlepas dari peranan mahasiswa sebagai opinion leader. Dengan menggunakan media konvensional “seadanya”, para mahasiswa 98 mamainkan isu sedemikian apik demi terwujudnya cita-cita demokrasi di Indonesia.

Inilah yang akan menjadi topic pembahasan utama dalam seminar nasional dengan tema Kepemimpinan Mahasiswa sebagai Buzzer Konstruksi Realitas Media. “Era media digital menjadi topik sangat menarik untuk dibahas. Hidup bernegara dan bermasyarakat tak bisa dipisahkan dengan peran media. Relasi antara masyarakat dan negara selalu dijembatani oleh peran media. Realitas media sebagai alat propaganda ini menjadi opinion leader dalam segala kebijakan pemerintahan,” demikian sebagaimana rilis yang dikirim panitia kepada jogjakartanews.com.

“Bagaimana mahasiswa mengambil peran agar tercipta keseimbangan antara kekuatan politik dan civil society yang dimotori kekuatan mahasiswa. Sebab bagaimanapun kini saatnya mahasiswa mengambil peran strategis itu ditengah realitas media massa yang kini semakin ‘liar’”, masih dalam rilis itu. Dalam acara tersebut, panitia menghadirkan nara sumber diantaranya seorang pakar jurnalistik, mantan Kepala Biro Koran Meteor (Jawapos Grup) wilayah DIY yang kini menjadi bos portal berita online jogjakartanews.com, Ja’faruddin AS dan praktisi social media, Sirajuddin Hasbi.

Adapun moderator akan dipandu oleh peneliti muda Youth Movement For Clean And Good Govement (YMCG), Herman Wahyudi. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, (07/032015) di Gedung Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mulai dari pukul 08:00 – 12:00 WIB diawali dengan acara seremonial pelantikan pengurus HMI Komisariat FISHUM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2015/2016. (pan)

Redaktur: Yudi

 


 





Baca Juga