Senin, 13/04/2015 01:26 WIB | Dibaca: 1957 kali

Iring-iringan Konvoi Hendaknya Tertib, Bisa?


Karyawati Gramedia menyaksikan konvoi oleh massa PPP di perempatan Jl. Sudirman. Foto: Doc.

YOGYAKARTA - Iringa-iringan Konvoi oleh massa dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Minggu (12/04/2015) siang rupanya menyisakan cerita yang menggugah kesadaran kita. Dalam sebuah obrolan ringan oleh bapak-bapak di sebuah angkringan di Papringan, Yogyakarta, pada malam harinya muncul sebuah pertanyaan yang tampaknya sangat sulit di jawab, bahkan barangkali oleh aparat kepolisian.

"Bisa tidak, konvoi tak usah berisik, pake knalpot yang bener sehingga tidak mengganggu pengguna jalan yang lain, kan kasihan gendang telinga bisa pecah. Mereka enak telinga sendiri sudah ditutup kapas, lah ini kan berarti sadar ganggu orang tapi tak mau peduli," kata Puyono, warga Papringan, Yogyakarta. Ungkapan yang menggugah itu tentu saja ditujukan pada kalangan anak-anak muda yang senang melakukan konvoi dengan knalpot blombongan, khususnya menyikapi konvoi yang dilakukan oleh massa PPP pada Harlah ke-42 pada siang sebelumnya.

"Pak Polisi juga tidak berkutik, knalpot blombongan kan termasuk pelanggaran, coba diatur supaya konvoi tidak seperti itu, bisa tidak?" katanya lagi. Untuk pertanyaan yang ini tentu ditujukan kepada pihak kepolisian yang biasanya sangat perkasa menindak para pelanggar lalu lintas. Namun ketika konvoi berlangsung, pelanggaran massa seperti itu biasanya tidak pernah bisa ditindak, yang bisa dilakukan oleh aparat hanya berusaha memastikan arus lalu lintas dapat dilalui dengan lancar.

Tak lama, kawan bapak berusia 45 tahun itu nyelutuk, bahkan memberikan sedikit masukan meski ia sendiri menyangsikan apakah masukannya itu bisa direalisasikan atau tidak.

"Saya sih emang gak ngerti hukum, tapi coba jika terbukti konvoi tidak tertib, melanggar aturan-aturan lalun lintas yang ada, partai yang bersangkutan ketika mau ijin konvoi lagi tidak usah dikasi, atau jika terpaksa, pas dipanggung dibubarkan, biar kapok, sehinga mereka mikir dan memerintah korlap massanya untuk konvoi tertib saja," celetuk warga lainnya, Sahari yang diamini oleh bapak-bapak lainnya.

"Kalau petinggi partai beralasan mereka di luar kendali, ya tinggal ancam gak dikasi duit korlapnya, beres, gitu aja repot" selorohnya.

Meski hanya obrolan santai, pernyataan-pernyataan yang muncul dari sebuah obrolan santai di angkringan tersebut tampaknya patut menjadi masukan buat pihak kepolisian, agar kenyamanan di Kota Gudeg benar-benar terjaga. (Ning)

Redaktur: Rizal


 





Baca Juga