Akan Gelar Konferensi di Yogyakarta, Organisasi Wanita Buddhis Internasional Sowan Ke Sultan


Sri Sultan Hamengkubuwono X saat berpose bersama perwakilan Sakyadhita. Foto: doc/jogjaprov

YOGYAKARTA - Organisasi Wanita Buddhis Internasional, Sakyadhita berencana akan menggelar konferensi di Yogyakarta pada tanggal 23 - 30 Juni 2015. Untuk itu, sebagai bentuk silaturrahmi sekaligus sosialisasi kepada tuan rumah Yogyakarta, Sakyadhita menggerlar Audiensi dengan Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X di Gedhong Wilis Kepatihan Yogyakarta, Selasa (28/04/2015).

Pemilihan Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan konferensi bertema "Welas Asih dan Keadilan Sosial" karena dinilai cocok oleh Skyadhita. Sebab di Yogyakarta, selain terkenal sebagai kota destinasi budaya, juga terdapat banyak buddhis heritage yang bisa diperkenalkan kepada peserta konferensi Sakyadinata.

“Kami memilih Jogja karena Jogja sebagai kota budaya. Di Jogja dan Jawa Tengah juga banyak sekali Buddhis heritage yang bisa kita perkenalkan kepada teman-teman internasional. Selain itu kita ingin memperlihatkan Indonesia dari sisi perdamaian, pluralisme, karena banyak sekali teman-teman di luar melihat indonesia lebih banyak dari sisi negatif. Jadi kita ingin menunjukkan Indonesia dari sisi kehidupan sesungguhnya," pungkas Ketua I Pengurus Wanita Buddhis Indonesia, Padmadevi.

Menurut keterangan Pandevi, konferensi akan dihadiri sekitar 1.000 peserta, dengan rincian peserta dari dalam negeri berasal dari 25 propinsi sedangkan peserta luar negeri berasal dari 45 negara.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala DPPKA DIY, Kepala Dinas DIY, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, serta pendiri Sakyadhita, Bikhuni Karma Lekshe Tsomo.

Bikhuni yang juga merupakan profesor Universitas San Diego Amerika, tak lupa memberikan cinderamata kepada sang Gubernur, Sri Sultan sebagai bentuk ucapan terimakasih sekaligus kenang-kenangan pada Raja Kraton Yogyakarta itu. (Ning)

Redaktur: Rudi F.


 





Baca Juga