Selasa, 01/09/2015 20:24 WIB | Dibaca: 1315 kali

Gubernur AAL: Nasionalisme Bangsa Indonesia Perlu Ditingkatkan


foto: doc/aal

SURABAYA - Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Mayjen TNI (Mar) Guntur IC Lelono, menegaskan bahwa dalam perkembangan saat ini, semangat dan nilai-nilai nasionalisme bangsa Indonesia lambat laun mulai berkurang dan luntur yang disebabkan oleh pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan yang begitu deras masuk ke dalam masyarakat Indonesia, terutama di kalangan anak muda, sehingga menyebabkan banyak yang kehilangan kepribadian dan jatidiri sebagai bangsa Indonesia.
 
"Contoh yang konktrit gejala tersebut adalah dari sikap dan penampilan anak muda sekarang yang cenderung apatis dan hilangnya kecintaan terhadap budaya bangsa sendiri serta lebih suka meniru budaya barat," tegas Gubernur AAL dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadeplek Kolonel Laut (E) Mukhlis, pada upacara pembukaan Pelatihan Nasionalisme dan Mental Development Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik (STT) Atlas Nusantara Malang, di AAL Bumimoro, Surabaya sebagaimana dikutip dalam rilis resmi AAL yang diterima Jogjakartanews.com, Selasa (01/09/2015)
 
“Merupakan tugas kita semua sebagai anak bangsa untuk meningkatkan kembali semangat nasionalisme masyarakat Indonesia, sehingga mereka tidak lupa dengan jatidiri sebagai bangsa Indonesia dan tidak terjerumus ke dalam kegiatan yang mengarah pada tindakan negatif. Dengan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi merupakan modal dasar bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman di erah globalisasi. Tanpa adanya kesadaran nasionalisme, maka akan timbul perpecahan dan disintegrasi bangsa Indonesia serta membuka peluang bangsa lain untuk melakukan intervensi atau bahkan menjajah kembali,” tegasnya.
 
Program Nasionalisme dan Mental Development  STT Atlas Nusantara diselenggarakan dengan tujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air, bangsa sebagai warga negara Indonesia, dan meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan ini diikuti 93 orang yang terdiri dari 89 mahasiswa dan 6 mahasiswi, akan berlangsung selama 10 hari dengan melibatkan pelatih 10 orang, pembimbing 4 orang, dan pendukung 8 orang. Materi yang diberikan di antaranya Pancasila, Kewarganegaraan, Pendidikan Agama, Neuro Associative Conditioning (NAC), Peraturan Penghormatan Militer (PPM) dan Peraturan Baris Berbaris (PBB), Outbond, olah raga, dan pembelajaran ke Museum Loka Jala Crana AAL. (pr)

Redaktur: Aristianto Z.


 





Baca Juga