Rabu, 27/04/2016 22:06 WIB | Dibaca: 973 kali

Sosialisasi 4 Pilar MPR Dikemas Dengan Humor


Sosialisasi 4 Pilar MPR di Gunungkidul dengan kethoprak humor. Foto: Kt1

YOGYAKARTA – Ada yang berbeda dengan sosialisasi program empat pilar Majelis Mermusyawaratan Rakyat (MPR), yang diprakarsai  Anggota MPR Ambar Tjahyono di Kabupaten Gunungkidul, belum lama ini. Pasalnya, media yang digunakan adalah kesenian Kethoprak Humor. Acara yang digelar di Balai Desa Petir, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul tersebut  mendapat antusiasme masyarakat.

Dikatakan Ambar, pagelaran kethoprak mengambil tema Pendekatan Kultural Memaknai 4 Pilar Kebangsaan Melalui Seni Budaya Ketoprak. Menurutnya, pelaksanaan sosialisasi empat pilar lewat kethoprak humor tidak sekadar memberi hiburan warga. Namun, menjadi juga sarana sosialisasi nilai-nilai kebangsaan yang dapat langsung dipahami masyarakat.

"Dengan cara ini lebih mengena sasaran dan efektif dipahami masyarakat," kata Ambar, kemarin malam.

Politikus Demokrat dari Dapil DIY ini menjelaskan, Indonesia dibangun atas dasar keragaman suku, agama, dan budaya. Dengan keragaman ini pula yang memperkaya khasanah Indonesia dalam memperkuat solidaritas dan nasionalisme Indonesia.

"Dengan keragaman dan keunikan aneka budaya yang ada di Indonesia, kita dikenal di seluruh dunia," ujar dia.

Dijelaskan Ambar, Sosialisasi 4 pilar kebangsaan perlu terus ditumbuhkan untuk meningkatkan rasa kebangsaan yang semakin kuat. Sosialisasi 4 Pilar ini, kata dia, sangat penting dilakukan secara terus menerus guna meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat.

Sementara itu, kethoprak humor dengan lakon Joko Bodo Budoyo Wasis dibawakan Kelompok Polah Budaya Yogyakarta. Sedangkan para pemainnya adalah seniman dan budayawan yang sudah cukup dikenal di Yogyakarta, seperti Aldo Iwak Kebo, Sugeng Iwak bandeng, Dewi Rengganis, dan Purborekso.

Koordiantor Kelompok Polah Budaya Yogyakarta, Kochiel mengatakan, pelajaran yang bisa diambil dari pementasan ini agar orang tua sebaiknya tidak membatasi keinginan dan cita-cita tinggi anaknya.

"Namun orang tua harus berperan memberi nasehat untuk selalu hormat kepada orang tua dan berbakti terhadap nusa dan bangsa," pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Faisal 


 



Terpopuler


Baca Juga