Relawan Anti Napza Tingkat RW Se Kota Yogyakarta Dikenalkan Narkoba Jenis Baru


Ketua BNNK Yogyakarta, Sapto Hadi S.Ip memberikan pembekalan kepada relawan anti Napza Kota Yogyakarta. Foto: Candra

YOGYAKARTA – Peredaran dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) di Daerah IstimewaYogyakarta (DIY) masih mengkhawatirkan. Menurut Ketua BNNK Kota  Yogyakarta, Sapto Hadi, Sip , DIY masih masuk 10 besar.

“Tahun 2015 DIY urutan 8 Nasional. Hal ini tentu menjadi keperihatinan bersama masyarakat,” ungkap Sapto ketika memberikan pembekalan volunteer anti Napza dari pengurus/pemuda Rukun Warga (RW) se Kota Yogya, di Wisma Eden Kaliurang, Sleman, Rabu (27/04/2016) mlam.

Dari beberapa kasus yang diuangkap kepolisian dan BNNK, di Kota Yogyakarta beberapa wilayah rawan peredaran Narkoba diantaranya di wilayah Umbulharjo dan Jetis.

“Dua wilayah itu perlu mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang diprakarsai Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogyakarta tersebut, Sapto menghimbau agar para volunteer anti Napza mewaspadai Napza jenis baru. Dikatakan Sapto, Napza jenis-jenis baru efeknya sama dengan jenis lama yang sudah banyak dikenal.

“Narkoba jenis baru diantaranya Blue Safir, itu jenisnya minuman dan tembakau Gorila  yang efeknya seperti ganja,” tukasnya.

Pemasaran Narkoba jenis baru, kata Sapto, pemasannya juga melalui banyak cara, sebagaimana peredaran narkoba pada umumnya.

“Bahkan ada yang melalui online. Volunteer anti Napza ini harus mengenal dan mewaspadai narkoba jenis baru ini, berikut modus peredarannya,” katanya.

Sementara Kasi Kepemudaan Kesbang, Husni Eko Prabowo, SE mengatakan, pembentukan relawan Anti Napza Kota Yogyakarta bertujuan untuk menekan peredaran dan penyalah gunaan narkoba di Kota Yogyakarta.

“Diharapkan dengan terbentuknya relawan anti Napza, Kota Jogja bisa bebas Narkoba, sehingga generasi muda terselamatkan dari efek dan bahayanya,” harapnya.

Menurut Husni, Kesbang Kota Yogyakarta sudah lima kali menggelar pelatihan dan pengkaderan volunteer anti Napza  sejak Februari  2016 ini. Volunteer dari kalangan Tokoh Masyarakat, Organisasi Kepemudaan, pengurus OSIS SMK/SMA, Ibu-Ibu penggerak PKK, dan  pengurus/pemuda RW se Kota Yogyakarta.

Selain kegiatan stadium general dan seminar, dalam kegiatan pelatihan volunteer anti Napza juga ada kegiatan- kegiatan simulatif diantaranya dengan kunjungan langsung ke pusat rehabilitasi pengguna Narkoba, serta korrdinasi intensif pasca pelatihan dengan difasilitasi Kesbang.

(kt1)

Redaktur: Faisal


 



Terpopuler


Baca Juga