Selasa, 16/08/2016 20:39 WIB | Dibaca: 504 kali

PFI Jogja Kecam Kekerasan Oknum TNI AU Terhadap Jurnalis di Medan


iluatrasi. doc:ist

YOGYAKARTA - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis di Medan oleh oknum Tentara Nasional Indonesia  Angkatan Udara (TNI AU). Kendati pihak TNI AU telah meminta maaf, namun para jurnalis tetap meminta oknum yang bersangkutan harus diproses hukum.

“Proses hukum harus jalan atas penganiayaan dua jurnalis di Medan oleh oknum anggota TNI AU. Tidak cukup minta maaf dan  jangan hanya omong kosong," kata Ketua PFI Yogyakarta Tolhah Hamied, Selasa (16/08/2016).

Peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat TNI AU  terhadap jurnalis Harian Tribun Medan dan MNC TV, belum lama ini dinilai tidak manusiawi dan melecehkan profesi jurnalis. Aparat yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, kata dia, justru bertindak beringas terhadap masyarakat dan jurnalis yang dalam bekerja dilindungi Undang-Undang.

“Kejadian kekerasan yang dialami oleh kawan-kawan jurnalis  sudah sering terjadi, dan tidak pernah ada tindakan dari aparat penegak hukum atau perhatian dari pemerintah. Bahkan, justru mengaku sebagai jurnalis atau wartawan malah penganiayaan semakin menjadi-jadi,” ujar Hamied.

“Kami Pewarta Foto Indonesia Yogyakarta, mengutuk keras aksi kekerasan terhadap wartawan dan menuntut pelaku kekerasan untuk dihukum dan ditindak tegas,”  tegasnya.

Sementara Penasihat PFI Yogyakarta, Pamungkas WS dalam kesempatan yang sama  berharap, jangan ada lagi kasus penganiayaan terhadap para jurnalis. Baik jurnalis foto, televisi, on-line, maupun media cetak.

“Kami tidak ingin ada lagi kasus Udin Bernas  yang mati  dibunuh karena berita dan  tidak terungkap hingga saat ini. Kasusnya  menguap bagaikan air yang terkena terik matahari,” pungkasnya. (dna)

 

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga