Warga Jogja Ngalap Berkah Air Sisa Jamasan Nyai Jimat dan Kyai Manik Retno


Kereta pusaka Kraton Yogyakarta di di Museum Rotowijayan, dijamas. Foto: FS

YOGYAKARTA - Tradisi Jamasan kereta Keraton Yogyakarta yang dilaksanakan di Museum Rotowijayan, Selasa (17/10/2017), dibanjiri ratusan pengunjung.Tak hanya warga Yogyakarta, bahkan wisatawan asing juga turut berbaur dalam ritual tahunan yang digelar setiap Selasa Kliwon pada bulan Suro ini.

Kereta pusaka kraton yang dijamas yaitu Kanjeng Nyai Jimat dan Kyai Manik Retno. Manurut kepercayaan sebagaianmasyarakat yang hadir, sisa air jamasan dari kedua kereta yang dikeramatkan tersebut bisa membawa berkah,

“Kami datang ke sini jauh-jauh hanya ingin mendapat air sisa jamasan, istilahnya ngalap (berharap) berkah, mas,” kata Subarjo (35) warga Kalasan, Sleman yang sudah sejak pagi sebelum dimulainya jamasan sudah berada di lokasi.

Meski pagi hari Kota Yogyakarta sudah diguyur hujan, namun tidak mengurangi antusiasme Barjo, sapaan akrabnya, untuk menunggu hingga sekitar pukul 10.15 Wib, dimana jamasan dimulai. Menurutnya, air jamasan bisa digunakan untuk menambah rejeki hingga menentramkan rumah tangga,

“Tergantung apa niat dan permintaannya mas. Ini kan cuma perantara, kita mintanya tetap kepada gusti Allah. Saya percaya air ini membawa berkah karena tahun lalu dengan perantara air ini usaha saya bisa dilancarkan, rumah tangga juga adem” katanya sambil menunjukkan sebotol air mineral sisa jamasan yang diraupnya dari tempat air sisa Jamasan.

Berdasarkan pantauan, para prajurit Kraton dan para abdi dalem yang menjamas kereta pusaka mulai melakukan ritual jamasan kagungan dalem rata sura tahun dal 1951 tersebut sekitar pukul 10.15 Wib. Nampak petugas kepolisian juga turut berjaga-jaga di sekitar lokasi jamasan. Saat prosesi jamasan, warga dibatasi jaraknya untuk melihat. Namun setelah para abdi dalem dan prajurit kraton yang mengenakan busana adat selesai menjamas, warga langsung meringsek untuk berebut sisa air jamasan. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga