Tak Sekadar Pembangunan Fisik, TMMD Kodim Yogyakarta Berorientasi Ketahanan Nasional


Dandim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Rudi Firmansyah saat berdialog dengan warga di lokasi TMMD. Foto: ist

YOGYAKARTA – Program-program kegiatan dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 101 yang dilaksanakan Kodim 0734/Yogyakarta di Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, sudah mulai berjalan. Diantaranya pembangunan fisik berupa bedah rumah tak layak huni, pembangunan sarana MCK, pembuatan talud di sungai Gajah Wong dan renovasi balai RW.

Namun demikian, TMMD yang merupakan bentuk pengabdian TNI untuk rakyat tersebut bukan hanya melaksanakan pembangunan fisik semata, melainkan juga membentuk semangat kebersamaan membangun desa sebagai basis ketahanan wilayah menuju ketahanan nasional,

“Keberhasilan TMMD bukan bangunan fisik semata, tetapi lebih penting adalah dampak positif yang harus dimaknai sebagai program yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tutur Komandan Kodim (Dandim) 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Rudi Firmansyah, S.E.,M.M, saat meninjau lokasi TMMD, Senin (19/03/2018)

Semangat yang menjiwai TMMD menurut Dandim adalah gotong-royong dan meningkatnya kepedulian sosial. Gotong-royong, kata dandim, merupakan ciri dan budaya bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lainnya.  

“Oleh karenanya, pelaksanaan TMMD ini harus dapat memberi nilai tambah positif dalam prestasi kerja dan terbangunnya kondisi sosial, wawasan kebangsaan, meningkatnya ketahanan serta kesejahteraan masyarakat pada umumya,”  tutur Dandim.

Dijelaskan Dandim, sesuai tugas pokok dan fungsi TNI sesuai UU TNI No. 34 Tahun 2014, selain tugas operasi militer, prajurit TNI juga mempunyai  tugas Operasi Selain Perang (OSP). TMMD, kata Dandim,  adalah salah satu tugas OSP Tersebut.

Menurutnya, ketika negara tidak sedang darurat perang, maka tugas prajurit TNI adalah membantu kesulitan rakyat. Maka prajurit harus berada ditengah masyarakat untuk mendampingi serta membangun fasilitas demi kepentingan masyarakat,

“Karena TNI berasal dari rakyat sudah merupakan hal yang wajar apabila pokok perjuangannya demi kepentingan rakyat. TMMD ini juga merupakan implementasi dalam menjiwai cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,” tegas Dandim.

Dandim mengungkapkan, TMMD dilaksanakan sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten dan Kota, sehingga perintah dari Komando Atas, pelaksanaan TMMD dilaksanakan tiga kali dalam setahun.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan, TMMD Reguler ke 101 Tahun 2018 akan dibuka pada tanggal 28 Maret hingga penutupan 26 April 2018 mendatang. Selama kegiatan berlangsung, kata dia,  anggota Kodim 0734/Yogyakarta yang terlibat satgas TMMD diperintahkan agar benar-benar berbaur dengan masyarakat,

“Satgas TMMD harus tidur di rumah penduduk, kemudian uang lauk pauknya dimasak dan dimakan bersama penduduk dimana anggota prajurit tersebut tinggal. Ya, tidak ada lagi pangkat Tamtama, Bintara, ataupun Perwira, semua berbaur dengan masyarakat. Inilah sejatinya tentara, dari situ saya mengaharapkan terjalin kekeluargaan dan persaudaraan dengan masyarakat,” tukasnya.

Dia berharap, pelaksanaan TMMD tidak keluar dari tujuan dan semangat TMMD serta dapat meningkatkan sinergitas komponen masyarakat  dan intergeritas lintas sektoral untuk meningkatkan akselerasi pembangunan dalam mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dalam bingkai NKRI.

Ia meminta Prajurit satgas TMMD yang bertugas agar terus membangun komunikasi sosial dengan seluruh komponen masyarakat desa, agar pembangunan dapat terlaksana dengan cepat sesuai yang telah ditargetkan.

“Laksanakan setiap program TMMD dengan niat ingin berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas, semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” tegas Letkol Inf Rudi Firmansyah. (rd)

Redaktur: Ja’fruddin. AS

 


 





Baca Juga