Sabtu, 07/04/2018 22:34 WIB | Dibaca: 335 kali

Cegah Radikalisme, Satgas TMMD Beri Penyuluhan Warga Gambiran


Kapen Rem/072 Pamungkas Mayor Caj Samsul Ma'arif mengajak warga Kampung Gambiran menangkal radikalisme. Foto: ist

YOGYAKARTA  - Program TNI Manunggal Membangun Desa  (Satgas TMMD) Reguler ke 101 Tahun 2018 Kodim 0734 Yogyakarta tak hanya menyasar pembangunan fisik, melainkan juga non fisik.  

Dalam TMMD yang dilaksanakan di  Kampung Gambiran, Kelurahan Pandean Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta tersebut, Satuan Tugas (Satgas) TMMD terus menggelorakan cinta tanah air, salah satunya dengan kegiatan penyuluhan pecegahan radikalisme yang membahayakan keutuhan NKRI, Jumat (06/04/2018) malam.

Dalam kegiatan yang berlangsung di pendopo taman Legawong tersebut, hadir sebagai pembicara, Kapen Rem/072 Pamungkas Mayor Caj Samsul Ma'arif yang menyampaikan materi dengan tema "Literasi Media dalam rangka mengantisipasi dan mencegah paham radikalisme".

Menurut Mayor Syamsyul, tujuan dari penyuluhan adalah mengajak para warga untuk mengetahui  bahaya Paham Radikalisme di lingkungan masyarakat, dan mengenalkan literasi media utuk menangkal penyebaran paham-paham radikal melalui dunia maya internet,

“Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, budaya dan agama. Berdasarkan hal tersebut, ada kemungkinan banyak permasalahan yang timbul di masyarakat, salah satunya adalah munculnya kelompok radikal yang kerap melakukan serangkaian aksi terorisme. Penyebaran paham-paham radikal itu juga bisa melalui Medsos (media Sosial),”  tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan, masyarakat harus senantiasa menyadari bahwa Negara Indonesia terbentuk dari berbagai suku dan agama. Hal itu, kata dia, merupakan suatu potensi jika dikelola dengan baik, namun jika salah dalam pengelolaannya, maka akan menimbulkan suatu permasalahan yang menghancurkan Negara ini.

“Para pahlawan sudah berjuang dengan mengorbankan seluruh jiwa dan raganya membangun untuk Negara ini. Mereka rela berjuang tanpa pamrih, kita saat ini tinggal meneruskan untuk membangun negara dengan berdasarkan Pancasila. Apabila ada yang ingin merubah Pancasila dengan ideologi lain, itu tidak boleh terjadi dan harus kita lawan bersama-sama,” tandas Kapenrem.

“Membela Negara ini bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri saja, akan tetapi semua warga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Mayor Caj.Samsul Ma'arif

Dalam kesempatan yang sama, komandan Kodim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Rudi Firmansyah S.E.M.M mengatakan, tidak hanya melalui kegiatan keagamaan, radikalisme dan terorisme juga dapat berkembang melalui media sosial, diantaranya Instagram atau pun aplikasi lainnya. Ia mencontohkan seperti penyebaran gerakan intoleransi, radikalisme pro kekerasan, cyber crime atau berita hoax provokatif,

“Maka disarankan pencegahan masuknya radikalisme dan terorisme di generasi muda membutuhkan pendampingan dari keluarga sebagai orang terdekat dan lembaga Pendidikan,” imbau Letkol Rudi Firmansyah yang sekaligus Dansatgas TMMD 

Terpisah, Lurah Pandean Sulasmi S.IP. M.Si mengapresiasi terselenggaranya penyuluhan tersebut. Ia mengimbau masyarakat Pandeyan untuk bisa turut menciptakan situasi yang kondusifitas dan kebersamaan antar umat beragama,

“Demi terciptanya kamtibmas, maka persatuan antar Agama adalah suatu keharusan guna menangkal Radikalisme, hal itu juga demi suksesnya TMMD Reguler ke 101 Kodim 0734/Yogyakarta dalam membangun masyarakat, khususnya di Kelurahan Pandeyan ini,” ungkapnya (rd)

Redaktur: Ja’farudiin. AS

 

 


 





Baca Juga