Kunjungi TPA Al Ihsan Dhuri, Tim Akreditasi Badko TKA TPA DIY Terkesan


Tim akreditasi Badko TKA-TPA DIY disambut jajaran Tamir Masjid Al Ihsan Dhuri, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Foto: Ist

SLEMAN – Tim Akreditasi Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Al Qur’an dan Taman Pendidikan Al Qur’an Daerah Istimewa Yogyakarta (Badko TKA-TPA DIY), mengunjungi TPA Al Ihsan Dhuri, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu (10/11/2018) siang.

Tim Akreditasi Badko TKA – TPA DIY, Bashori mengatakan, kunjungan tersebut merupakan program dari Badko TKA – TPA DIY untuk akreditasi, TKA-TPA yang ada di DIY. Menurutnya, di DIY terdapat sekiranya 3500 TPA yang akan dinilai,

“Akreditasi penting guna meningkatkan kualitas TKA-TPA di DIY,” tuturnya disela-sela kegiatan penilaian.

Dijelaskan Bashori, dalam penilaian akreditasi ada 30 instrumen, namun secara umum ada 8 standar. Antara lain, kata dia, standar pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, standar tenaga pendidikan dan standar proses.

“Untuk mendapatkan Akreditasi A nilai harus di atas 2000, Akreditasi B nilai di atas 1000, sedangkan Akreditasi C nilai kurang dari 1000,” katanya didampingi Prayitno Tim dari Badko TKA- TPA Bantul dan Kushartanto Tim Badko TKA- TPA Sleman.

Secara khusus, Bashori mengaku terkesan dengan penyelenggara TPA Al Ihsan yang meski dengan segala keterbatasan, namun bisa melaksanakan segala kegiatannya dengan baik,

“Kesan luar biasa, dengan segala keterbatasan yang ada, karena TPA kan datang dari masyarakat yang lahir dari keterbatasan, tapi bisa melaksanakan kegiatan dengan baik,” tukasnya.

Dikatakan Bashori, TPA Al Ihsan berpotensi meraih prestasi yang lebih baik ke depannya, meski dengan segala keterbatasan yang ada. Secara umum, kata dia, TPA AL Ihsan sudah bagus. Ia mengingatkan, jika fasilitas tidak berbanding lurus dengan prestasi,

“TPA Al Ihsan kalau secara kelembagaan sudah bagus, tinggal pengembangan.  Dukungan masyarakat perlu ditingkatkan, karena mau tak mau TKA-TPA butuh perjuangan yang tinggi. Karena banyak juga TPA yang sebenarnya secara dana minim tapi prestasinya melejit, sementara di perkotaan yang secara fasilitas lengkap tapi prestasi kurang bagus,” ujarnya.

Bashori menjelaskan, setiap 3 tahun sekali Badko TKA-TPA DIY menggelar kompetisi dengan peserta TKA-TPA Unggulan untuk menjadi TKA-TPA percontohan. TKA-TPA unggulan merupakan hasil kompetisi TKA-TPA yang sudah terakreditasi A, untuk kemudian diambil 10 besar terbaik.

“Yang kemarin, juaranya ternyata tidak dari kota, tapi malah TPA di kampung pinggir pantai Gunungkidul dan menjadi percontohan TPA se DIY. Justru dengan fasilitas terbatas, masyarakatnya juga cukup terbelakang, tapi prestasi anaknya bagus. Ternyata karena guru-gurunya juga lulusan Pendidikan Tinggi. Jadi tidak berbanding lurus antara prestasi dengan fasilitas, asal kita memang bersungguh-sungguh dalam berjuang prestasi bisa diraih,” imbuh Bashori.

Sementara itu Dwi Warsi Triharyati, Litbang TPA Al Ihsan, mengatakan, di dukuh Dhuri sudah lama ada kegiatan belajar Al Qur’an anak-anak, jauh sebelum tahun 1993 dimana resmi berlembaga TPA. Dijelaskan Yati, saat ini TPA Al Ihsan memiliki sedikitnya 60 santri, yang terdiri dari 42 santri TKA dan 18 Santri TPA. Para santri, kata dia, didik oleh 8 orang, terdiri 2 Ustadz dan 6 Ustadzah.

Dalam menyambut Tim Akreditasi Badko TKA-TPA DIY, TPA Al Ihsan telah menyiapkan berbagai hal terkait hal-hal yang akan dinilai, antara lain kelengkapan administrasi, sarana prasarana, termasuk unjuk kemampuan santri,

“Dengan adanya penilaian dari Tim Akreditasi Badko TKA-TPA DIY ini, harapannya ke depan supaya nanti TPA Al Ihsan itu lebih tertata rapi, masyarakat di sini lebih peduli dengan TPA, jadi semua bisa lebih baik,” harapnya. Pengurus Badko TKA-TPA Rayon Kalasan.

Salah satu ustadzah TPA Al Ihsan, Rohmiyati,  mengungkapkan, selain belajar membaca Al Qur’an, di TPA Al Ihsan para santri juga diberi pelajaran seperti seni budaya Islam. Saat ini, kata dia, program ekstra dari TPA Al Ihsan adalah Rebana Santri di bawah bimbingannya dan Ustadz Huda,

“Rebana dengan menyayikan lagu-lagu islami dan nasyid ini mendapat antusiasme santri. Ini juga salah satu inovasi kami untuk menjauhkan anak-anak dari hal negatif, seperti kita tahu di era digital saat ini banyak anak-anak yang kecanduan game dan tontonan kurang mendidik melalui HP atau gadget,” ujarnya.

Group rebana santri TPA Al Ihsan, kata Rohmiyati, saat ini sudah terbentuk dengan jumlah personel 12 santri. Rebana santri Al Ihsan juga mendapatkan antusiasme masyarakat dengan kerap tampil di acara-acara padukuhan,

“Sayangnya anak-anak kalau tampil di depan umum kurang percaya diri karena belum punya seragam. Mudah-mudahan ke depan bisa diusahakan seragam agar potensi dari rebana santri Al Ihsan ini bisa lebih dikembangkan,” ujarnya.    

Sementara itu Ketua Takmir, Sukardi Muhammad Yani menyambut baik adanya akreditasi oleh Tim dari Badko TKA-TPA DIY. Ia berharap TPA Al Ihsan Dhuri mendapatkan nilai baik, sehingga lebih termotivasi untuk maju dan berprestasi.

Dalam kunjungannya tim akreditasi Badko TKA-TPA DIY, disambut meriah dengan alunan lagu rebana santri TPA Al Ihsan. Dalam kesempatan tersebut, Tim meninjau langsung proses pembelajaran TKA Al Ihsan, antara lain, membaca Al Quran (Iqro), Qiro’ah surat pendek, hingga mewarnai gambar masjid untuk santri.  

Turut hadir menyambut tim akreditasi Badko TKA-TPA DIY antara lain, Tim Akreditasi Badko TKA-TPA Rayon Kalasan, segenap jajaran Lembaga Padukuhan dan Wali Santri. (kt1)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Berita Terkait

 





Baca Juga