Antisipasi Banjir, Koramil Prambanan Bersama Warga Bokoharjo Bangun Tanggul Sungai Opak


Babinsa Koramil Prambanan bersama warga Bokoharjo, Prambanan membangun tanggul bronjong di Sungai Opak. Foto: Ist
SLEMAN - Warga Desa Bokoharjo Prambanan Bersama dengan Babinsa Koramil 09/Prambanan Kodim 0732/Sleman bergotong royong membangun tanggul di Sungai Opak, Rabu (13/02/2019).
 
Kepala Disa Bokoharjo, Dody Heriyanto S.E. mengatakan, tanggul dibangun untuk mengantisipasi banjir yang membahayakan warga di bantaran Sungai Opak.
 
"Dibantu Koramil Prambanan kami menyediakan sedikitnya 150 bronjong dan sekitar 1000 karung plastik untuk membuat tanggul darurat" katanya di sela-sela kegiatan.
 
Menurut Dody, untuk pembangunan tanggul permanen di wilayah sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi belum bisa dilaksanakan, namun akan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana kabupaten Sleman.
 
"Pembangunan tanggul permanen untuk sejumlah sungai berhulu Gunung Merapi sebagian besar belum bisa terealisasi tahun ini karena pembangunan perlu mempertimbangkan stabilitas dan karakteristik sungai paska erupsi sehingga dibutuhkan kajian lebih lanjut," ungkapnya.
 
Namun demikian Ia sudah mendapatkan informasi jika pembangunan tanggul permanen di beberapa titik akan segera dilaksanakan secepatnya,
 
"Pembangunan tanggul permanen ditargetkan tahun ini bisa terlaksana," ujarnya.
 
Sementara itu Komandan Koramil 09/Prambanan,  Kapten Inf Sarjono mengungkapkan, langkah antisipasi tersebut dilakukan karena dalam beberapa hari ini mulai terjadi peningkatan curah hujan.
Peningkatan curah hujan ini dapat memicu peningkatan aliran air sungai, 
 
"Termasuk juga sungai-sungai berhulu Gunung Merapi yang berpotensi terjadi banjir lahar dingin (lahar hujan)," katanya.
 
Bronjong dan karung plastik tersebut menurutnya disiapkan untuk pembuatan tanggul darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mencegah luapan banjir di pemukiman sekitar bantaran sungai,
 
"Selain antisipasi darurat juga sebagai cadangan jika tanggul sungai atau saluran irigasi rusak akibat diterjang banjir maupun tergerus aliran lahar dingin," katanya. (kt2)
 
Redaktur: Faisal
 
 
 

 





Baca Juga