Selasa, 30/04/2019 20:17 WIB | Dibaca: 593 kali

Dengan Senam Rakyat, GKR Hemas Prakarsai Gerakan Damai Paska Pemilu


Jumpa Pers Panitia Senam Rakyat yang diprakarsai GKR Hemas di Kantor DPD Yogyakarta. Foto: Sal

YOGYAKARTA - Sedikitnya 7.500 orang bakal mengikuti senam di Alun - Alun Utara Yogyakarta, Jumat (03/05/ 2019).

Kegiatan 'Gebyar Senam Rakyat' tersebut diprakarsaiGusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Peserta senam rakyat ber tagline "Jogja Sehat Indonesia Kuat" ini melibatkan bupati/walikota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pengurus partai politik, Ormas dan masyarakat umum.

Steering Committee Gebyar Senam Rakyat, Bambang Soeroso mengatakan, senam rakyat merupakan salah satu upaya gerakan damai pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019,

"Pemilu serentak 2019 sudah usai. Ibu Ratu (GKR Hemas) menginginkan rakyat Yogyakarta kembali bersatu, apapun hasilnya," katanya dalam keterangan pers di Kantor DPD RI Perwakilan DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Selasa (30/04/2019).

Menurut dia, GKR Hemas berharap pasca Pemilu tidak boleh berdampak negatif. Jangan sampai tatanan keguyuban, kekerabatan warga, dan kerukunan masyarakat Yogyakarta menjadi rusak terkoyak. Bambang mengatakan, Yogyakarta sejak dulu memiliki karakter tatanan dalam kehidupan masyarakat.

Guyub dan harmonis sudah terpatri dalam setiap jiwa. Citra, rasa, karsa, budaya menjadikan cerminan kerarifan lokal, sehingga masyarakat dengan penuh sadar selalu mengedepankan kebersamaan menjaga guyub rukun. Pasca Pemilu tatanan tersebut sedikit terkoyak,

"Acara senam rakyat ini ingin kembali merekatkan semangat harmonisasi persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Indonesia sebagai sebuah "Nation State" menurutnya memiliki simbol ideologi pemersatu yang sama dan menjadi jati diri Bangsa Indonesia, yakni Pancasila,

"Segala perbedaan yang ada harus dimaknai sebagai perekat dan kekuatan bangsa," tukasnya.

Bambang menilai, di berbagai daerah di Indonesia pasca Pemilu, hubungan antar masyarakat sedikit kurang harmonis,

"Itu harus disatukan kembali. Semoga acara ini menjadi rule model bagi daerah lain, kembali guyub pasca Pemilu," pintanya.

Ketua Penyelenggara Teknis Anggi Bambang menambahkan, rangkaian acara kolosal senam rakyat diikuti sejumlah tokoh. Sri Sultan HB X bersama GKR Hemas, Adipati Puro Pakualaman KGPAA Paku Alam X beserta istri, bupati-walikota, pengurus partai politik, tokoh masyarakat dan lainnya. Dikatakan Anggi, acara senam rakyat ini sekaligus merefleksikan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.

Menjadi momen Indonesia bangkit, memersatu padu, guyub rukun kembali membangun Indonesia. Dalam gebyar senam rakyat ini, kata Anggi, juga dikemas acara lain yang dipadukan dalam bentuk pentas seni rakyat.

Pengisi acara antara lain Bergodo Goyang, Drumer Guyub Yogyakarta bersama pemandu acara yang komedian Aldo lwak Kebo, Gepeng Kesana kesini dan Eko Bebek. Acara ini bekerja sama dengan Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh lndonesai (Perwosi) DIY dan kabupaten/kota di DIY.

"Acaranya gratis, penuh kegembiraan dan banjir doorprize," tutupnya. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga