Jawab Tuntutan Menjadi Bangsa Religius dan Nasionalis, AIAT Petakan Prodi Perguruan Tinggi Islam


Annual Meeting dan Seminar Nasional AIAT di grand Palace hotel Yogyakarta. Foto:ist

YOGYAKARTA - Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia (AIAT) memetakan kekhasan masing-masing Progam Studi (Prodi) Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) se-Indonesia. Program ini dibahas dalam Annual Meeting dan Seminar Nasional berlangsung selama 3 hari Senin-Rabu 19-21 Agustus 2019 di grand Palace hotel Yogyakarta.

Ketua AIAT Dr. Phil. Sahiron, M.A. mengatakan di tengah perubahan sosial yang dinamis Indonesia dituntut menjadi bangsa religius dan punya nasionalisme yang kuat. Hal itu menurutnya diharuskan setiap umat islam di Indonesia berusaha menjadi muslim yang berfikir moderat,

“Apalagi ditengah perkembangan ilmu dan teknologi, potensi ini semaksimal mungkin bisa memperkuat perangkat ilmu agama dan sarana berdakwah memahami alquran dan hadis dengan baik dan benar,” katanya usai kegiatan, Rabu (21/08/2019).

Sahiron menjelaskan, dalam pertemuan tersebut selain menentukan kekhasan prodi IAT juga membicarakan kurikulum yang relevan masa sekarang. Menurutnya akan ditentukan 17 matakuliah yang akan memunculkan kekhasan Prodi IAT se-Indonesia, berdasarkan kemampuan SDM dari setiap kampus,

 “Masing-masing Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) membawa kurikulum Prodi IAT yang nantinya dibahas dalam diskusi khusus,” kata Sahiron.

Terkait Pengembangan kurikulum Prodi IAT agar relevan dengan konteks kekinian, kata Sahiron, masing-masing peserta mempunyai pandangan yang tentunya up to date pada perkembangan Ilmu Teknologi (IT), sains, atau temuan saintifik perkembangan sosial,

“Misalnya, terkait bagaimana pengembangan Alquran dan Tafsir yang sesuai perkembangan zaman, baik IT maupun sosial. Juga perkembangan yang ditekankan pada spesifikasi Prodi ilmu Alquran dan Tafsir.  Sehingga kalau umpamanya mencari peneliti Alquran dalam bidang tafsir klasik sudah ada yang ahli dalam bidang itu, atau bidang Alquran dan IT,”terang Sahiron.

“Karena itu juga dosen progam studi Ilmu Alqur’an dan Tafsir di Indonesia berperan penting dalam mengedukasi masyarakat bagaimana memahami teks-teks keagamaan khususnya alquran dan hadis dengan pemahaman konstekstualis dan memberi kesan kepada masyarakat luas bahwa Islam agama penuh kasih saying,” imbuh Wakil Rektor bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sahiron menambahkan, pertemuan ini ada 43 Prodi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri  (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang diikuti 68 orang terdiri dari Kaprodi dan Sekprodi,

“Kami sudah punya data kekhasan Prodi IAT dari 18 kampus agama Islam se-Indonesia,”pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga