Selasa, 10/12/2019 20:22 WIB | Dibaca: 179 kali

Ini 7 Alasan Seseorang Harus Menulis


Tiwi Fadlilatul Azna. Foto:doc/ist

Oleh: Tiwi Fadlilatul Azna*

Kenapa kita harus menulis? acapkali pertanyaan itu muncul didalam pikiran kita. Terlintas begitu saja. Namun, pernahkah kita benar-benar memikirkan, apa sebenarnya tujuan kita menulis? Benefit apa yang akan kita dapat dari menulis? Dari beberapa pertanyaan tersebut akan coba saya paparkan dalam 7 alasan kita harus menulis berikut.

Pertama, untuk mengisi waktu luang. Alasan klasik satu ini sering sekali menjadi alasan seseorang untuk menulis. Tapi by the way, menulis itu sebenarnya tidak cukup hanya mengandalkan waktu luang aja loh. Kita mesti meluangkan waktu khusus untuk yang namanya menulis.

Kedua, untuk melatih kemampuan menulis. Dengan seringnya kita menulis dan seringnya kita membaca tulisan, secara tidak langsung itu melatih kemampuan menulis kita. Apalagi jika diimbangi dengan kritik dan saran yang membangun untuk tulisan kita. Itu salah satu jalan yang baik untuk terus berbenah menjadi lebih terarah.

Ketiga, untuk mengabadikan suatu peristiwa. Manusia adalah tempatnya berbuat salah dan lupa, hal itu lumrah terjadi. Dan hanya sekian persen di dunia ini, terdapat manusia yang dapat mengingat detail apa yang telah dilaluinya, dalam kurun waktu tertentu. Untuk itu menulislah, untuk menyimpan dan mengabadikan memori itu.

Keempat, untuk mengenangnya disuatu masa. Tujuan jangka panjang satu ini menjadi cukup penting untuk diketahui. Pasalnya, setelah kita melalui suatu masa tanpa kita abadikan dalam suatu media, tidak menutup kemungkinan kita akan kesusahan mengenangnya. Jika kita menulis kemudian anak cucu kita bisa jadi juga menikmatinya bukan?

Kelima, untuk berbagi makna cinta kepada sesama. Dibeberapa sudut belahan dunia tak jarang kita menemukan seseorang yang cukup sulit dalam menyampaikan apa yang dia rasa, tak jarang pula orang itu lebih memilih bungkam karena tiada berani mengungkap dengan suara. Bagaimana jika itu terjadi? Coba tulis, untuk mengungkap apa yang ingin kau ceritakan.

Keenam, untuk menebar cerita bahagia melalui untaian kata. Membuat orang lain bahagia dan menghiburnya kala dirundung kesedihan misalnya. Buat rangkaian kata indah untuk mengembalikan mood seseorang dan mengembalikan lengkung indah diwajah seseorang yang kita sayang.

Ketujuh, untuk meluapkan berbagai rasa kecewa. Marah, takut, gelisah, cemburu sering datang silih berganti. Namun, sebagai pribadi bermoral kita tentu tau apa yang seharusnya kita lakukan, jangan luapkan kepada seseorang yang tak salah sama sekali. Dengan mengungkapkan dalam kata-kata indah, bisa jadi malah turut mewakilkan yang orang lain rasakan namun kebingungan dalam meluapkan. 

Percayalah, menjadi penulis tekenal itu hanya memperdaya. Namun, mampu menciptakan suatu karya yang dapat dibaca dan diapresiasi orang-orang terdekat kita, itu sudah kepuasan yang luar biasa rasanya. (*)

*Penulis adalah Mahasiswa jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam, UIN Walisongo Semarang.

 


 





Baca Juga