Jaga Kondusifitas Daerah, Kesbangpol Bantul Tingkatkan Kewaspadaan Dini Masyarakat


Kepala Kantor Kesbang Kabupaten Bantul, Drs. Fatoni . Foto:ist

BANTUL – Sebagai upaya untuk menjaga suasana kondusif di Kabupaten Bantul, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul  terus meningkatkan kemampuan dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik dalam masyarakat.

Kepala Kantor Kesbang Kabupaten Bantul, Drs. Fatoni mengungkapkan,  deteksi dini menjadi kebutuhan Pemerintah Daerah (Pemda) Bantul dalam mengantisipasi dan mengatasi potensi konflik. Menurutnya, dalam melakukan deteksi dini, Kesbangpol Bantul bekerjasama dengan unsur Komisi Intelejen Daerah (Kominda), yang terdiri dari unsur TNI-Polri , Kejaksaan, dan Pengadilan,

“Kami juga ada Forum Kewaspadaan Dini tingkat Pemda yang menterjemahkan temuan dan aduan sebagai program kerja yang ada di semua OPD (Organisasi Pemda) di Kabupaten Bantul. Itu kami yang mengampu,” tuturnya di Bantul, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, berkaitan dengan situasi dan kondisi saat ini, dimana ancaman terhadap bangsa dan negara dari sisi ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya sudah mulai bermunculan, diperlukan kerjasama semua elemen bangsa.

Dalam mengoptimalkan deteksi dini, pihaknya juga menggandeng unsur Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP). Diantaranya dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat  yang sudah terbentuk di Kecamatan-Kecamatan dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang pempentukannya difasilitasi Kesbangpol,

“Oleh karenanya kami minta bantuan juga kepada para tokoh masyarakat di Bantul agar aktif dalam upaya deteksi dini, melapor dan berkoordinasi dengan kami. Ke depannya kami akan membentuk Forum-Forum lainnya,” ungkapnya.

Fatoni mengungkapkan, Bupati Bantul, H. Suharsono menugaskan kepada Kesbangpol Bantul untuk senantiasa menenangkan masyarakat, kemudian mengolah data-data terkait potensi konflik agar bisa diatasi,

“Kami punya rencana program pada 2020 akan membuat data base berkaitan dengan potensi konflik di daerah. Oleh karenanya kami menggandeng semua unsur. Dalam mengolah, dalam artian menganalisis sejauh mana potensi konfliknya, kami mungkin nanti akan meminta bantuan pihak ketiga atau yang memiliki ilmu terkait hal itu untuk melakukan kajian,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua FKDM Kabupaten Bantul, Hanum Hanifah, SH mengungkapkan, FKDM siap berpartisipasi aktif untuk membantu Pemda dalam hal yang berkaitan dengan kewaspadaan dini masyarakat untuk mengantisipasi dan mengatasi potensi konflik. Menurutnya, FKDM di tingkat kecamatan sudah terbentuk hampir di semua wilayah Kabupaten Bantul,

“Diharapkan dengan dibentuknya (FKDM) sampai tingkat bawah, kita akan semakin optimal dalam membantu pemerintah,” tutupnya. (rd1)

Redaktur: Ja’faruddin AS

 

 


 





Baca Juga