Mahasiswa UGM Juara 2 Kompetisi Internasional Human Computer Interaction


Aranyani.id., Desain Aplikasi Pendanaan Reforestasi Berbasis Iklan Mobile karya mahasiswa UGM. Foto:ist

YOGYAKARTA - Mahasiswa UGM berhasil meraih juara dua dari kompetisi internasional Human-Computer Interaction (HCI) Student Research Competition yang diselenggarakan oleh The Association for Computing Machinery (ACM), USA. 

Dalam kompetisi yang menjadi rangkaian acara The ACM Conference on Human Factors in Computing System secara daring pada 15-30 April 2020 lalu, Kirania Qalbi (Faklutas Psikologi) dan Gita Prasulistiyono Putra (FEB) sukses menyabet gelar juara pada kategori Undergarduated Student Research Competition. Keduanya mengajukan ide riset tentang Desain Aplikasi Pendanaan Reforestasi Berbasis Iklan Mobile yang dinamai Aranyani.id.

”Kami mengeksplorasi kemungkinan untuk menggunakan “menonton iklan” sebagai cara untuk berdonasi,” kata Gita saat dihubungi Rabu (08/07/2020).

Lebih lanjut Gita menjelaskan riset yang mereka kerjakan mendokumentasikan proses desain aplikasi bagi milenial untuk berdonasi di bidang lingkungan  yakni penanaman hutan kembali. Ide pengembangan aplikasi ini berawal dari adanya keluhan terhadap proses donasi konvensional yang membosankan. Selain itu juga keluhan terkait pengguna yang tidak memiliki uang untuk berdonasi.

Berangkat dari kondisi tersebut, keduanya mendesain aranyani yang memungkinkan pengguna untuk berdonasi dengan menonton iklan. Selain itu aplikasi di desain dengan gamifikasi yang mampu meningkatkan semangat dalam berdonasi.

Hasilnya ketika diuji dengan "user experience questionnaire", aplikasi mampu memberikan pengalaman berupa sensasi kebahagiaan yang lebih tinggi dibanding aplikasi konvensional. Selain itu, pengalaman pragmatis berupa kemampuan menjalankan tugas yang diinginkan pengguna yang dapat menandingi aplikasi donasi konvensional.

Gita menyampaikan mereka berhasil menyabet juara dua setelah melalui rangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat. Dalam kompetisi yang telah dimulai sejak Bulan Desember 2019 lalu ini diikuti tim-tim kuat dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia.

Tahap awal peserta diminta mengunggah berkas riset yang diajukan. Berikutnya disaring untuk dipilih 14 ide terbaik yang lolos ke babak semi final. Ke-14 tim terpilih antara lain berasal dari Oxford, MIT, Tokyo University . Awalnya pada bulan Maret ke-14 tim akan memperesentasikan ide ke Hawaii, tetapi karena pandemi Covid-19 kompetisi dilaksanakan secara online hingga babak final.

“Dari 14 tim diseleksi 3 tim terbaik untuk berkompetisi di final  yaitu tim dari Massachussets Institute of Technology (MIT), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Indian Institutes of Technology (IIT). Sangat bersyukur kami berhasil menduduki peringkat dua mengharumkan nama UGM dan Indonesia di kancah global,”paparnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

 


 





Baca Juga