Epidemiolog: Pendirian Pusat Karantina Daerah Harus Dibarengi Upaya Tracing dan Testing OTG


Epidemiolog UGM, Bayu Satria. Foto:ist

YOGYAKARTA - Epidemiolog UGM, Bayu Satria, S.Ked., MPH., menyebutkan rencana pendirian pusat-pusat karantina mandiri untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) di daerah merupakan langkah yang bagus jika dilaksanakan dengan tepat dan benar. Sebab, memisahkan OTG dari individu yang tidak positif merupakan salah satu cara penanganan COVID-19. 

"Saat ini terbukti cukup susah melakukan isolasi mandiri di rumah karena banyak yang tidak patuh dan paham. Hanya saja  perlu dipersiapkan baik-baik karena jumlah OTG cukup banyak dibandingkan yang bergejala dan fasilitas isolasinya tidak boleh asal-asalan juga,"paparnya saat dihubungi Kamis (17/8).

Bayu menyampaikan bahwa penyiapan pusat-pusat karantina mandiri di daerah menjadi hal yang cukup penting. Meski pada beberapa daerah terlihat sudah menerapkan hal ini jauh sebelum himbauan muncul namun upaya itu harus dilakukan secara menyeluruh oleh semua daerah di tanah air. 

"Isolasi mandiri secara terpusat juga menjadi salah satu upaya menekan penularan Covid-19 di level keluarga karena kegagalan isolasi mandiri di rumah,"ujarnya.

Menurutnya, daerah bisa memanfaatkan bangunan atau gedung yang sudah ada sebagai tempat khusus karantina mandiri. Misalnya, hall/aula yang disekat dengan pengaturan ventilasi yang baik maupun  bangunan lain yang bisa dimodifikasi untuk karantina mandiri. 

Dalam penyiapan tempat karantina mandiri, lanjutnya, perlu dibarengi dengan penyiapan petugas dan sistem tracing serta testing.

"Harus dibarengi juga dengan peningkatan kemampuan tracing dan testing. Pasalnya, tanpa tracing dan testing akan sulit menemukan OTG," tuturnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga