Optimalkan Pendidikan Usia Dini di Masa Pandemi, Dosen UP 45 Beri Pembekalan di SPS Sokapalupi


Dosen UP 45, Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM (Ketiga dari kanan/Masker Biru) bersama jajaran pengelola, kepala lembaga dan pendidik SPS Sokapalupi. Foto:ist

SLEMAN – Metode pembelajaran daring melalui Teknologi Informasi (TI) pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu lebih didorong untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif di masa pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Dosen Universitas Proklamasi 45 (UP 45), Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM.

Menurut Putri, Lembaga-lembaga pendidikan PAUD perlu pelatihan atau pembekalan pengelolaan pembelajaran termasuk pembelajaran Belajar dari Rumah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BDR Kemendikbud), pembuatan RPP, laporan, penilaian dan lainnya,

“Harapannya, rencana yang disusun oleh pendidik akan memberikan panduan yang mudah bagi orang tua ketika menyiapkan alat dan bahan main atau media bermain ketika mendampingi anaknya selama beraktivitas di rumah,” tuturnya saat dihubungi jogjakartanews.com, Kamis (25/02/2021).

Dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat belum lama ini, Putri telah memberikan pelatihan dan pembekalan kepada pendidik, tenaga kependidikan di PAUD Non Formal SPS Sokapalupi, Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Putri menyampaikan pentingnya membuat konsep manual menjadi digital dalam melaksanakan BDR. Salah satunya adalah dengan membuat buku penghubung digital,

“Buku Penghubung yang dibuat dalam bentuk google form bisa memberikan kesempatan bagi orang tua atau wali siswa memberikan saran atau masukan kepada guru tentang kegiatan main atau bahan dan alat main yang diperlukan, karena orang tua adalah pendidik utama dan pertama mengingat di masa pandemi ini orang tua lebih detail mengetahui minat dan kemampuan anaknya masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Putri, pengabdian masyarakat UP 45 yang lakukan dengan sasaran PAUD bertujuan untuk dapat memberikan pembekalan dan meningkatkan keterampilan manajemen dalam proses pembelajaran di lembaga PAUD,  

“Baik dari segi administrasi, organisasi kurikulum, pengelolaan pendidik dan ketenagapendidikan, pengelolaan sarana prasarana, pembiayaan, media pendidikan, bagaimana menjalin hubungan dengan masyarakat agar nantinya proses yang dilakukan dapat berjalan dengan relevan, efektif, dan efisien dalam mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional,” imbuh Putri.

Selain Putri, kegiatan pengabdian masyarakat di SPS Sokapalupi juga dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknologi Informasi UP 45, Lukman Hakim,SKom, MT.

Kepala Program Studi Teknologi Informasi UP45, Sapriani Gustina,SKom,MKom memberikan apresiasi kepada dua dosen yang telah melakukan pengabdian pada masyarakat.

Sapriani mengatakan pengabdian masyarakat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh dosen yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang suatu ilmu kepada masyarakat tertentu,

“Harapannya, pengetahuan tersebut dapat diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tugas dosen. Selain itu pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen sering kali melibatkan mahasiswa yang bertujuan agar mahasiswa juga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dari ilmu yang telah didapatkan di perkuliahan,” kata Sapriani.

Menurutnya, banyak hal baik dan bermanfaat yang juga akan didapatkan oleh dosen yang aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Antara lain, kata dia, dapat mengasah dan memperlancar kemampuan berkomunikasi, dapat menjadi media belajar yang baru bagi dosen karena biasanya yang diajar adalah mahasiswa, sehingga menjadi tantangan baru untuk dapat berbagi ilmu dengan masyarakat luas,

“Serta tentunya dapat memperluas jaringan relasi yang akan sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema dan tempat yang lainnya. Saat ini dalam kegiatannya, Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Proklamasi 45 dibantu oleh Sekretaris LPPM Bapak Suryo Dharmasto,” tutup Sapriani Gustina. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 





Baca Juga