Budaya  

Menjaga Pager Piring Romo Mangun

YOGYAKARTA – Mengenang Yohanes Boscow Mangunwijaya atau Romo Mangunwijaya berarti mengenang ajaran-ajarannya. Hal itu tampak pada pameran bertema pameran ‘Pager Piring’ di Bentara Budaya Yogyakarta.

Berbagai karya bertajuk Peringatan 15 th Wafat Romo Mangunwijaya terkandung pesan sederhanan nan berarti. Lukisan karya Imron Safii berjudul ‘Mlarat Ning Ningrat’. Lukisan ini berbahan uang kertas tidak layak edar yang diolah menjadi rupa Romo Mangunwijaya dengan latar belakang perumahan di pinggir sungai code.

Selian itu ada lukisan karya Menol Juminar. Lukisan tersebut bergambar YB Mangunwijaya yang sedang bermain catur dengan almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dab berjudul ‘Remis’. “Sebagaimana Gus Dur, Romo Mangunwijaya juga salah satu pejuang bagi ‘kawula alit’,” kata Menol, Minggu (11/5/2014).

Dan juga lukisan karya Tatang Maruto, berjudul ‘Hard to Follow’. Lukisan tersebut bergambar Romo Mangunwijaya dengan selendang mereh dan menarik di alam bebas. “Itulah Romo Mangun. Ia mesti kita jaga petuah dan pemikirannya.” (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.