Ribut Pilpres, FKUB :Semua Agama Harus Bersatu

YOGYAKARTA – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Daerah Istimewa Yogyakarta, Toha Abdurrohman mengatakan, soal ribut-ribut Pemilihan Presiden (Pilpres) yang sering memunculkan isu agama sebagai kendaraan politik melawan rivalitas Pasangan Capres-Cawapres itu sangat berbahaya. Menurutnya hal itu perlu dihindari dari kepentingan politik karena akan menimbulkan perpecahan.

“Kampanye hitam dengan memunculkan isu agama saya pikir ini akan menimbulkan perpecahan antar saudara di tanah air karena ini sangat substansi,” ujarnya Minggu (22/06/2014).

Jika kita lihat dari kampanye hitam yang dilakukan oleh masing-masing Timses di sejumlah media sosial seperti Facebook dan Twitter, dengan menyudutkan salah satu Capres soal isu agama menurutnya adalah upaya untuk melemahakan rivalitasnya.

Ia mengungkapkan bahwa Suhu politik saat ini memang sudah semakin panas, tidak hanya terjadi pada elit partai koalisi tetapi hal ini juga sudah terjadi di tingkat bawah, oleh sebab itu ia menginginkan masyarakat untuk tetap bersatu dan rukun meskipun kondisi politik mulai menghalkan segala cara jelang 9 Juli nanti.

“Saya minta masyarakat Indonesia dari agama manapun untuk tetap bersatu dan rukun, jangan ada saling serang antar agama hanya demi kepentingan politik sesaat,” ungkapnya.

Sementara itu disinggunung soal pilihan presiden harapan nasib Indonesia, Kiyai Nahdatul Ulama (NU) DIY ini tak banyak berkomentar, namun ia memberikan penegasan bahwa siapapun presiden yang terpilih 9 Juli nanti harus bisa membawa misi kerukunan beragama di tanah air sehingga tak ada lagi perang antar agama yang selama ini masih ditemukan. (war)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.