Bentrok Massa Pendukung di Jogja, Bisa Merugikan Kedua Pasangan Capres

YOGTAKARTA– Bentrokan antar pendukung pasangan Capres dan Cawapres di Kota Yogyakarta, Selasa sore, (24/06/ 2014) disayangkan banyak pihak. Sebab, selama ini Yogyakarta dikenal sebagai daerah yang aman, nyaman, dan toleran.

“Sebagai masyarakat Yogyakarta, saya menyayangkan kejadian ini. Mudah-mudahan kedua pihak sama-sama menyadari jika hal itu bisa merugikan semuanya. Harusnya para pendukung pasangan Capres Cawapres di Jogja memberi contoh yang baik bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia, sesuai citra Jogja yang aman, tertib, dan toleran,” tutur Sosiolog dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Drs. Masroer, M.Si, saat dihubungi jogjakartanews.com, Selasa (24/06/2014) malam.

Aksi tidak simpatik massa pendukung kedua pasangan Capres Cawapres tersebut, Kata dia, dikhawatirkan akan membuat apriori masyarakat terhadap kedua pasangan Capres dan Cawapres itu sendiri.

“Bisa saja kan orang jadi malah tidak bersimpati kepada keduanya atau masing-masing pendukung akan melakukan pembelaan diri dengan cara yang tidak rasional, saling menyalahkan. Pilpres ini kan tujuannya mulia, untuk masa depan bangsa agar lebih baik, jadi jangan gunakan cara-cara yang tidak mulia,” katanya.

Bentrok antar simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mendukung pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subiyanto-Hatta Rajasa dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang mendukung pasangan Joko Widodo- Jusuf Kalla pecah di kawasan simpang Terminal Ngabean, Kota Yogyakarta sekitar pukul 15.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun ruas Jalan Letjen Soeprapto-Wachid Hasyim macet total.

Seorang saksi mata, Wahyu (38) warga Kalasan, Sleman yang kebetulan melintas di tempat kejadian mengatakan bentrokan bermula saat kedua massa bertemu di simpang Ngabean.

“Hari ini ada bang haji Rhoma Irama kampanye (Prabowo-Hatta) di lapangan Pendowoharjo, Bantul. Setelah Kampanye, massa konvoi keliling kota. Nah mungkin ketemu pendukung Capres Lain, terus bentrok. Jalan macet total,” ujarnya.

Meski sempat memacetkan jalan, bentrokan tidak meluas. Personel Polda DIY dan Polrestabes Yogyakarta yang berjumlah sekitar 300 polisi melerai, sehingga aksi lempar batu dapat diredam dan tak merusak fasilitas umum atau melukai warga pengguna jalan.

Kapolrestabes Yogyakarta Kombes.Pol Slamet Santoso yang turun langsung melerai massa menuturkan bentrok terjadi karena adanya agenda kampanye berbarengan dari massa PDIP dan PPP. Dia menginformasikan Pendukung Prabowo jadwalnya menghadiri kampanye Rhoma Irama di Bantul, sedangkan pendukung Jokowi menghadiri kirab budaya di Alun-alun Utara.

“Saya menghimbau masing-masing kubu menahan diri dan selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Yogyakarta itu kota berhati nyaman,” himbaunya. (yud)

Redaktur: Rudi F

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.