Imbas Pengalihan Arus Mudik , Jakarta-Jogja 17 Jam

YOGYAKARTA – Kendati diprediksi puncak arus mudik terjadi tadi malam, namun volume kendaraan terus meningkat hingga Sabtu (26/07/2014) siang ini.

Arus mudik di Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY), Giwangan sejak tadi bagi terus mengalami peningkatan.Kebanyakan penumpang datang dari jurusan Jakarta.

Keterlambatan pemudik dari Jakarta menuju Jogja ditengarai akibat kepadatan lalu lintas arus mudik dan kerusakan infrastruktur, dan pengalihan arus dari utara ke selatan dan dampak kerusakan Jembatan di Ciamis.

“Kemarin bus dari Jakarta ke Yogyakarta terlambat 5 jam dari waktu normal. Biasanya bus dari Jakarta ke Yogyakarta dapat ditempuh antara 12 sampai 13 jam, tapi kemarin menjadi 17 jam,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Yogyakarta, Bekti Zunanta, saat dikonfirmasi wartawan.

Pihaknya tidak dapat memperkirakan keterlambatan bus akan terjadi sampai kapan. Pasalnya sangat tergantung dari perbaikan infrastruktur dan arus lalu lintas.

Terkait puncak arus mudik, Bekti memprediksi terjadi siang ini, dengan jumlah penumpang yang bisa mencapai 33.000. Dari data UPT Terminal Giwangan sejak H-4 Kamis (24/7), kata dia, jumlah penumpang yang datang ada 31.865 orang dengan 1.509 bus.

Selain bus reguler bus ekstra dari Jakarta sekitar 56 bus, Bandung dan Surabaya masing-masing 6 bus.

“Sedangkan penumpang yang berangkat 28.666 orang dengan 1.398 bus. Untuk bus program mudik gratis dari Kemenhub juga membawa 229 motor yang diangkut dengan 5 truk,” katanya.

Bekti menginformasikan, sedikitnya seratus kendaraan bermotor pemudik yang belum diambil, sedangkan 5 bus penumpang program mudik yang diperkirakan baru tiba hari ini.

Sementara delapan bus program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan(Kemenhub) dengan rute Jakarta-Yogyakarta sebagian juga sudah tiba di terminal Giwangan. (yud)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.