Soal Kelangkaan BBM Pertamina Jangan Salahkan Rakyat

YOGYAKARTA – Pernyataan direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya yang mengatakan antrean yang terjadi di beberapa daerah bukan akibat kelangkaan BBM, melainkan karena masyarakat panik terkait isu kelangkaan BBM, mendapat kritikan dari berbagai kalangan.

Menurut Anggota DPRD Sleman, Subandi Kusuma, SH, seharusnya Pertamina lebih memberikan solusi ketimbang terkesan menyalahkan masyarakat.

“Kalau masyarakat panik tentu wajar, karena BBM adalah kebutuhan vital. Kejadian seperti ini (kelangkaan BBM), kan sudah berkali-kali terjadi ketika ada wacana kenaikan BBM muncul. Seharusnya bagaimana Pertamina dan pemerintah mengantisipasinya. Ini kan soal kebijakan yang saya rasa tidak tepat, tentu masyarakat tidak bisa disalahkan,” kata Subandi kepada jogjakartanews.com, Selasa (26/08/2014).

Lebih lanjut politisi Partai Gerindra ini menegaskan, kelangkaan BBM yang terjadi saat ini merupakan persoalan yang segera disikapi agar tidak menimbulkan efek yang lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.

“Sudah bisa dipastikan, jika terjadi kelangkaan BBM, terlebih harga BBM dinaikkan, akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat karena harga kebutuhan pokok lainnya akan ikut naik,” pungkasnya.

Sebelumnya direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya membantah terjadinya kelangkaan stok BBM di Pertamina.

“Bukan kelangkaan yang terjadi. Antrean yang terjadi karena panic buying,” kata Hanung usai mengikuti rapat Asumsi Makro RUU APBN 2015 Sektor Energi dan SDM bersama dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (25/08/2014).

Ia menjelaskan kemungkinan terjadinya antrean tersebut karena informasi yang beredar salah, seolah-olah BBM langka di SPBU.

“BBM subsidi yang ada di setiap SPBU, kita kendalikan sesuai dengan ketersediaan kuota yang memang diturunkan,” ujarnya. (ian)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.