WTT Berharap Sultan Beri Kebijakan Batalkan Pembangunan Bandara di Temon

YOGYAKARTA – Penolakan warga Kecamatan Temon, Kulonprogo yang tanahnya akan dijadikan bandara, terus berlanjut. Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) mendatangi Kantor Gubernur DIY, kompleks Kepatihan, Selasa (07/10/2014) untuk meminta audiensi dengan Gubernur, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Namun, Sri Sultan tak bisa menjumpai warga karena tengah berada di luar kota.

“Ngerso Dalem (sultan) saat ini di Surabaya untuk menghadiri Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Iindonesia (TNI) ke-69,” tutur Assekda DIY Didik Purwadi yang didampingi Kepala Biro Tatat Pemerintahan Haryanta saat menemui warga di Bangsal Wiyotoprojo, Kepatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Didik menyatakan aspirasi masyarakat temon akan disampaikan kepada Gubernur jika sudah kembali ke Yogyakarta.

“Aspirasi masyarakat akan kami sampaikan sekembalinya beliau,” ungkap didik.

Sementara dalam pertemuan tersebut, juru bicara Paguyuban Wahana Tri Tunggal Martono menyatakan bahwa warga masyarakat petani di Desa Jangkaran, Sindutan, Palihan dan Glagah di wilayah kecamatan Temon tetap akan berjuang untuk menolak pembangunan bandara di atas tanah mereka.

“Lahan pertanian kami subur dan bertani adalah mata pencaharian warga, jadi kami tidak mau lahan kami dijadikan bandara,” ungkapnya.

“Ini bukti tanah kami subur,” ungkap Martono sembari menunjukkan sayur mayur hasil dari lahan pertanian mereka yang dibawa serta Massa Waha Tri Tunggal dalam audiensi tersebut.

Menurut Martono kedatangannya ke Pemda DIY untuk meminta Sultan agar membatalkan proyek pembangunan bandara, karena sebagai Gubernur tentunya memiliki wewenang,

“Kami berharap Gubernur mendengarkan aspirasi kami,” tukasnya.

Kendati dialog berlansung tertib, namun, sejumlah petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Polres Kota Yogyakarta sudah berjaga di sekitar lokasi untuk menjaga agar suasana tetap kondusif.

Sekadar informasi, belumnya Ketua Wahana Tri Tunggal Purwinto pernah mengatakan, Setelah menyampaikan aspirasi menolak rencana pembangunan bandara kepada Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo di rumah dinasnya beberapa waktu lalu, pihaknya masih akan terus menggalang dukungan..

“Kami akan terus berjuang menyuarakan penolakan pembangunan Bandara di lahan pertanian kami,” tegasnya.(ian/kontributor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.