Biaya Haji Turun, “Angin Segar” Ditengah “Puting Beliung” Kenaikan Harga-harga?

YOGYAKARTA – Naiknya harga beras disusul bensin premium dan gas LPG 12 kg beberapa waktu lalu membuat masyarakat ekonomi lemah kian terpuruk. Bak “putting beliung” di siang bolong, kenyataan itu seolah meluluh-lantakkan harapan yang perlahan mulai dirajut kembali pasca kenaikan harga-harga yang sebelumnya juga pernah terjadi pada awal-awal pemerintahan yang baru.

Namun, sedikit “angin segar” bagi masyarakat, setidaknya bagi mereka yang beragama Islam. Sebab pada tahun 2015 ini pemerintah berencana menurunkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ke tanah suci Makkah. “InsyaAllah, tahun ini biaya haji akan mengalami penurunan,” kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin kepada wartawan di sela-sela acara silaturrahmi Menag RI dengan jajaran Kemenag Sumatera Utara dan Launching Lima Nilai Budaya Kerja beberapa waktu yang lalu.

Mengenai berapa besar penurunan biaya Menag mengaku belum tau pasti, namun ia berharap bulan April mendaratang sudah bisa ditentukan karena masih dalam pembahasan di komisi VIII DPR. Sebelumnya, ditemui di tempat berbeda, Ketua Komisi VIII DPR, Saleh P Daulay mengatakan sudah mulai melakukan pengkajian terkait berapa kira-kira biaya BPIH.

“Walaupun dolar naik turun, pemerintah akan berikan subsidi dari dana tak terduga kalau ada kekurangan. Idealnya, penurunan paling sedikit Rp 3 juta dari tahun lalu. Itu penting,” kata Saleh saat dihubungi jogjakartanews.com, Rabu (4/3).

Mengenai kabar gembira tersebut, Muhaimin (40), warga Papringan Kelurahan Catur Tunggal Depok, Sleman mengaku senang. Sebab pada tahun ini ia berencana mendaftarkan dirinya beserta istrinya menjadi calon jemaah haji. “beneran mas? Bagus kalau begitu. Ya meskpun cuma kisaran 3 juta tapi itu sangat berarti bagi kami yang pas-pasan,” ucap bapak dua anak itu. Namun ia berharap agar hal itu bukanlah sebatas janji sebatas janji pemerintah.

Ekspresi berbeda ditunjukkan oleh Husen Amin (35), warga kelurahan Demangan Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta. Ia berpendapat hal itu cuma sekadar bisa-bisanya pemerintah ngapusi rakyat. “Bayangkan saja, sekarang harga-harga pada naik, kemaren bensin (premium) dan LPG naik lagi. Lah coba dipikir lebih banyak orang yang butuh makan apa pergi haji?” tukas lelaki keturunan Madura itu. (Ian)

Redaktur: Rudi F

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.