Rahasia Kehidupan Rosul

Oleh: Lailatul Q*

Judul: Kala Rosul Berduka
Penulis: Abdul Wahid Hasan
Penerbit: mizania
Cetakan I: Juni 2014
Tebal: 251 halaman
ISBN: 978-602-1337-19-6

Natal dan Tahun Baru

 
“Ujian paling berat adalah ujian yang menimpa para Nabi, lalu orang-orang yang serupa dengn Nabi, kemudian yang serupa dengan Nabi. Seseorang akan diuji sesuai dengan tingkat keberagamaannya. Jika agamanya kuat, ujiannya berat. Jika agamanya lemah, ujiannya disesuaikan dengan tingkat agamanya. Seseorang akan tetap mendaatkan ujian sampai Allah membiarkan ia berjalan di muka bumi tanpa ada dosa melekat padanya.

(HR Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, Ibn Majah)”

Rosulullah Muhammad SAW. adalah sosok figur dan pimpinan yang diamini umat muslim se dunia. Semua orang mengakui atas pribadinya yang hebat, kerosulannya, dan al-Qur’an sebagai kitab sucinya. Yang nampak pada kaum muslim hari ini adalah bagaimana kehidupan Rosul dengan segala mu’jizatnya. Banyak orang menempatkan Rosulullah sebagai seseorang yang agung, yang Tuhan ciptakan khusus untuk memimpin umat manusia. Semua orang mengamini tentang semua kisah yang banyak ditulis dalam buku-buku sirah Nabi tentang kesabaran, keikhlasan, kejujuran, dan keimanannya. Sehingga, saat ada seseorang yang terkena musibah dan merasa dirinya tidak mampu, atau saat diberikan tanggung jawab cukup besar maka mereka akan menjawab “saya bukan Rosul, saya hanya manusia biasa”. Benar. Memang demikian adanya.

Namun, tidak semua pihak paham bahwa Rosulullah sehebat itu melalui berbagai rintangan yang cukup berat. Sebelum beliau resmi diangkat menjadi Rosul, ada banyak cobaan yang ia terima, bahkan setelah ia mendapatkan wahyu pertamanya cobaan dan tanggung jawabnya semakin berat. Inilah yang sejatinya hendak diterangkan melalui buku ini. Penulisnya, Abdul Khalid Hasan ingin mengajak pembaca untuk mengenal lebih dalam lagi tentang Rosul, terutama bagaimana perjuangan hidupnya hingga diangkat menjadi Rasul serta Nabi akhir zaman, panutan umat muslim di seluruh dunia.

Penulis, di dalam bagian buku ini mengisahkan betapa pedihnya sosok Muhammad ketika ditinggal pergi oleh orang-orang tersayangnya. Ia ditinggal ibunya, Aminah, saat dalam perjalanan ke Yastrib (Madinah) untuk di perkenalkan kepada familinya yang ada di sana (hlm 12). Setelah itu, beliau juga harus kehilangan kakeknya, Abdul Muthalib, kemudian pamannya Abu Thalib, Khadijah al-Kubra, Hamzah, dan Ibrahim.

Setelah Rosulullah resmi mendapatkan tugas untuk menyampaikan risalah Islam melalui wahyu pertamanya, ada banyak konsekuensi yang harus ia lalui: dimusuhi, dicaci maki, dicemooh, diiteriaki, dianiaya, diusir, disiksa, bahkan konspirasi pembunuhan beliau (hlm 118). Sungguh merupakan harga yang sangat mahal dari syahadat di awal masa kerosulannya.

Para pihak yang tidak senang terhadapnya terus melakukan pemberontakan secara terang-terangan ataupun konspirasi bagaimana membunuh Rosul. Para kafir Quraisy pernah berkumpul dan membuat kesepakatan untuk melakukan pemboikotan total kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib, termasuk orang-orang yang sudah masuk Islam.(hlm 127)

Bukan perkara mudah melewati semua itu hingga hari ini Rosullullah Muhammad SAW. dikenang oleh para umat dan resmi menjadi manusia istimewa baik di mata manusia maupun Tuhan-Nya. Fregmen-fregmen kehidupan Rosulullah yang terkumpul dalam buku Kala Rosul Berduka ini menampakkan keluhuran, kebaikan dan kesabaran Rosul, bahkan saat-saat beliau mengalami masa-masa tersulitnya. Tidak mengherankan kemudian apabila Allah memuji beliau sebagai orang yang memiliki akhlak yang agung, yang layak menjadi panutan umat Islam.

Dengan membaca buku terbitan Mizania ini, semoga kita semua diberikan hidayah untuk meneladani akhlak mulia beliau. Selamat membaca!

*Siswi kelas XII SMK Nurul Huda, Gingging Bluto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *