Gelar Aksi Damai, Ini Permintaan Mahasiswa Papua

YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Yogyakarta menggelar aksi damai di depan asrama Papua, jalan Kusumanegara, Yogyakarta. Para mahasiswa Papua menilai selama ini pengiriman militer hanya untuk memuluskan pembungkaman kemerdekaan Papua Barat (West Papua) sejak 1 Desember 1961.

“Pembungkaman  ruang-ruang publik dilakukan seluruh wilayah Papua Barat, tepatnya 1  hingga 30 Mei 2015 mendatang, terjadi penangkapan besar-besaran dan ada 269 aktivis telah ditahan karena memediasi rakyat Papua menggelar demontrasi damai mengutuk penyerahan kekuasaan atas UNTEA kepada Indonesia pada 1 Mei 1963, yang merupakan penyelewengan hak politik rakyat Papua yang sebelumnya telah merdeka tahun 1961,”  kata koordinator aksi, Lena Daby kepada Jogjakartanews.com, Selasa (19/05/2015)  di sela-sela aksi.

Selain membawa poster-poter para mahasiswa asal Papua ini juga secara bergantian orasi. “Papua Yes, Indonesia No, Bintang Kejora Yes, Merah Putih No,” teriak salah satu peserta aksi.

Salah satu peserta aksi, Andreas, mengutarakan situasi rakyat Papua diperparah dengan penembakan beruntun kepada rakyat sipil yang dilakukan oleh militer Indonesia di Nabire. “Situasi rakyat Papua kini berada dalam kondisi darurat sipil menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Melanesian Spearhead Group (KTT MSG),” kata dia.

“United Liberalition Movement for West Papua (ULMWP) merupakan representasi rakyat Papua dan kami mendukung penuh keanggotaan Papua Barat bersama keluarga besar Melanesia di Melanesian Spearhead Group. Mohon dukungannya demi pembebasan Papua dengan mendukung keanggotaan West Papua ke MSG, demi terbebasnya Papua dari penindasan negara dengan kebijakannya dan kami mendesak kepada Presiden Jokowi agar membuka akses seluas-luasnya bagi wartawan asing untuk meliput berbagai pelanggaran HAM yang terjadi selama ini di Papua,” pungkasnya.

Aksi mahasiswa asal Papua ini dapat penjagaan cukup ketat oleh aparat kepolisian guna melancarkan arus lalu-lintas dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. (bhr)

Redaktur: Herman Wahyudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.